SCF 2026, Wadah Seni dan Budaya Siswa
- 03 Mar 2026 04:33 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan- SMA Santo Thomas 1 Medan kembali menggelar Stosa Cultural Festival (SCF) 2026 dengan mengusung tema “Di bawah Langit, Kita Berpadu” di Medan International Convention Center (MICC), Sabtu (28/2/2026). Kegiatan pentas seni yang digelar setiap tiga hingga empat tahun ini menjadi wadah pengembangan bakat, kreativitas, serta apresiasi seni dan budaya siswa.
Sekitar 1.800 peserta yang terdiri dari siswa, guru, orang tua, serta tamu undangan turut hadir memeriahkan acara tersebut. Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Gubernur Sumatera Utara melalui Dinas Pendidikan Sumut, Bapak D. Nainggolan, serta Ketua YPK Don Bosco KAM Yosep Yuki Hartandi.
Ketua YPK Don Bosco KAM Yosep Yuki Hartandi menegaskan, SCF 2026 merupakan wujud nyata komitmen sekolah dalam memfasilitasi bakat dan kreativitas siswa.
“SCF 2026 adalah wujud komitmen sekolah dalam memfasilitasi bakat dan kreativitas siswa. Kami meyakini pendidikan berkualitas harus menyeimbangkan aspek akademik dengan pengembangan karakter serta kemampuan kolaborasi melalui seni dan budaya agar siswa siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya lewat keterangan tertulis yang diterima rri.co.id pada Senin (2/3/2026).
Sementara itu, Kepala SMA Santo Thomas 1 Medan, Sariman Gultom, menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran yang terintegrasi.
“SCF 2026 menjadi ruang nyata bagi siswa untuk bertumbuh dan mengekspresikan potensi terbaiknya. Pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kreativitas, dan semangat kolaborasi. Melalui panggung ini, siswa belajar menghargai keberagaman dan membangun rasa percaya diri sebagai generasi muda yang siap berkontribusi bagi masyarakat,” katanya.
Dalam gelaran tersebut, siswa menampilkan drama teater yang mengangkat kisah Sondang, boru ni raja dalam budaya Batak, yang memiliki impian besar dan menghadapi dinamika tiga dimensi kehidupan: budaya Batak, budaya Jawa, serta kehidupan modern. Pertunjukan ini menjadi simbol harmoni keberagaman budaya yang hidup dan berkembang di Kota Medan.
Beragam penampilan kreatif dari ekstrakurikuler sekolah juga turut memeriahkan panggung, mulai dari seni musik, tari, hingga pertunjukan kolaboratif lintas minat dan bakat siswa.
Melalui pelaksanaan SCF 2026, SMA Santo Thomas 1 Medan menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, apresiasi terhadap keberagaman, serta kemampuan berkolaborasi. Festival ini diharapkan terus menjadi ruang ekspresi yang konsisten dalam mengembangkan potensi siswa sekaligus memperkaya ekosistem seni dan budaya di Kota Medan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....