Caffeine Tampil Beda Lewat Lagu Setangkai Bunga
- 19 Jun 2025 13:59 WIB
- Medan
KBRN,Medan : Band veteran asal Indonesia, Caffeine, kembali menyapa penggemarnya lewat single terbaru berjudul “Setangkai Bunga”. Setelah lebih dari dua dekade berkarya sejak berdiri tahun 1996, Caffeine kini tampil dengan warna musikal yang lebih lembut, emosional, dan modern, tanpa kehilangan identitas khas mereka.
Lagu “Setangkai Bunga” menawarkan nuansa pop yang lebih ringan dan mendayu, dilengkapi dengan elemen elektronik, string, dan piano elektrik. Meski aransemen terasa lebih sederhana, kedalaman emosional tetap terasa kuat. Tema hubungan jarak jauh (LDR) yang diangkat dalam lagu ini memperkuat kesan melankolis sekaligus memberikan ruang kontemplatif bagi pendengarnya.
Formasi Caffeine saat ini terdiri dari Beni Anwar (gitar), Suyudi Quyud atau Yudie (drum), serta Chikin Muhammad (vokal), yang bergabung sejak 2022. Pergantian personel ini menjadi titik balik dalam evolusi musikal Caffeine, memberi napas baru dalam penulisan lagu dan gaya bermusik mereka.
Dalam siaran pers yang diterima RRI Kamis ( 19/06/2025 ) “Ini sebetulnya lagu ini Yudie yang bikin pondasi awalnya. Akhirnya terbentuk seperti itu, nggak tahu ya, karena pengen sesuatu yang baru. Agak beda dikit lah. Yang bedain notasinya sama lirik dikit,” ungkap Beni Anwar, gitaris Caffeine, mengenai proses kreatif lagu ini.
Beni juga menjelaskan bahwa “Setangkai Bunga” adalah bagian dari proses pencarian bentuk baru, yang tetap berpijak pada akar musikal Caffeine namun tidak terpaku pada pola lama.
“Ini pengen beda lagi sih. Terbentuk dari vokalnya juga. Istilahnya pembentukan jati diri lah, dengan karakter yang dulu dan sekarang udah mulai terbentuk. Kita nggak mau menduplikasi dari yang dulu,” tambahnya.
Dari sisi produksi, lagu ini menunjukkan eksplorasi yang lebih luas. Caffeine memasukkan elemen-elemen baru yang selama ini jarang mereka gunakan.
“Kalau musik kan campuran referensi. Dari sound banyak, sedikit sequencer, masukan elektronik, piano elektrik. String masih ada juga. Tapi lebih simple. Pola-polanya aja yang berbeda. Sound lebih pop, cuma ada unsur chord miring,” jelas Beni.
Masuknya Chikin Muhammad sebagai vokalis turut memberi dinamika berbeda, dengan karakter vokal yang lebih tenang dan stabil.
“Dari vokal lebih middle, nggak teriak-teriak. Jadi secara dinamika lebih stabil dan terasa emosinya,” ujar Beni.
Sementara itu, sang drummer sekaligus pencipta lagu, Yudie, menjelaskan bahwa inspirasi lagu ini datang dari imajinasi tentang kesepian dan cinta yang tak lekang oleh waktu.
“Seseorang yang kesepian... dan selalu jatuh cinta dengan orang yang sama. Dan jika dia ada, saya akan berikan dia setangkai bunga,” ungkap Yudie tentang makna lagunya.
Yudie menambahkan bahwa lagu ini tidak terinspirasi dari kisah nyata, namun tema LDR dipilih karena sifatnya yang universal.
“Kalau cerita khusus nggak ada sih... cuma kita ngambil tema tentang LDR,” katanya.
“Judul kan mewakili lagu. Biar lebih gampang diingat aja,” lanjutnya soal pemilihan judul “Setangkai Bunga”.
Secara musikal, lagu ini menjadi refleksi dari gaya bermusik Yudie yang berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya yang diciptakan Beni. Namun, keduanya tetap berpadu dalam benang merah musikal khas Caffeine.
“Musiknya dibuat simple mendayu dengan khasnya Caffeine. Ya, berbeda dari lirik dan notasi karena yang sebelumnya lagu Beni. Kalau yang ini, saya yang buat. Jadi pasti ada perbedaan warna,” jelas Yudie.
Yang paling utama dari lagu ini adalah pesan tentang keteguhan cinta sejati yang tak tergoyahkan oleh jarak atau waktu.
“Yang disampaikan adalah tetaplah selalu mencintai orang yang sama sampai kapan pun,” tutup Yudie.
“Setangkai Bunga” telah dirilis di berbagai platform digital dan video musiknya sudah dapat disaksikan melalui YouTube. Caffeine juga tengah bersiap untuk berbagai penampilan panggung dan kemungkinan rilis karya-karya baru dengan warna yang semakin matang dan personal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....