Cerita Penutup Malam Bahas Respon Kalau Di Salahkan

  • 02 Mei 2025 15:20 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan: Cerita Penutup Malam’ yang disiarkan di PRO 2 RRI Medan FM 92.4 pada jam 21.00-23.00 WIB mengangkat topik yang banyak dialami oleh banyak orang: Kalau kamu disalahin atas hal yang nggak kamu buat, gimana respon kamu? Marah atau obrolin dulu? Topik ini mengundang banyak interaksi dan perhatian dari pendengar yang turut serta memberikan tanggapan melalui telepon dan pesan singkat pada Selasa (29/4/2025).

Acara yang dipandu oleh host Argun, mengajak pendengar untuk merenungkan bagaimana seharusnya mereka bereaksi saat dihadapkan dengan situasi di mana mereka disalahkan atas sesuatu yang tidak mereka lakukan. Apakah langsung marah atau lebih memilih untuk berdiskusi terlebih dahulu untuk mencari pemahaman yang lebih jelas?

Argun membuka siaran dengan pertanyaan yang langsung mengundang pendengar untuk ikut serta: "Teman Pro 2 (sapaan pendengar), pernah nggak sih kalian merasa disalahkan atas sesuatu yang jelas-jelas bukan kesalahan kalian? Apakah langsung marah dan melawan, atau malah memilih untuk mengajak ngobrol dulu untuk menyelesaikan masalah dengan kepala dingin?"

Beberapa pendengar berbagi pengalaman mereka. Fadil, seorang pendengar dari Brayan, mengungkapkan, pernah disalahin atas pekerjaan dan emosi sekali.

"Saya pernah kok disalahin atas pekerjaan yang bukan tanggung jawab saya. Awalnya emosi sekali, tapi akhirnya saya lebih memilih untuk ngobrol baik-baik. Ternyata, setelah dibicarakan, masalahnya jadi lebih jelas dan kita bisa sama-sama menemukan solusi."Ujar Fadil, interaksi secara langsung lewat line telpon PRO 2 0618463132.

Di sisi lain, Sintia dari Mabar, seorang pendengar wanita, berpendapat, ada kalanya marah itu wajar, tapi jika kita marah duluan, masalahnya bisa makin rumit.

“Saya cenderung lebih memilih untuk sabar dan ngobrol dulu sebelum bereaksi. Biasanya, kalau sudah dibicarakan dengan tenang, kita bisa lebih objektif." Ujar Sintia secara interaktif.

Di akhir acara, host Argun mengutip penyataan dari Dr. Rina Pratiwi, seorang psikolog hubungan dari Universitas Sumatera Utara (USU). Ia menjelaskan, ketika seseorang disalahkan atas sesuatu yang tidak mereka lakukan, reaksi pertama yang muncul adalah perasaan frustrasi dan tidak adil. Namun, menurut penelitian, cara terbaik untuk menghadapi situasi ini adalah dengan mencoba tetap tenang dan berbicara secara terbuka. Komunikasi yang jujur dan terbuka sangat penting untuk menyelesaikan kesalahpahaman dan mencegah konfrontasi yang lebih besar.

Ia juga menambahkan bahwa penting untuk memahami konteks dan tidak langsung melampiaskan emosi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....