Trend Velocity dikalanagan Milenial dan Gen Z
- 27 Mar 2025 07:55 WIB
- Medan
KBRN, Medan : Media sosial, khususnya TikTok, kini semakin dipenuhi dengan tren dance velocity yang mencuri perhatian warganet. Tren ini memanfaatkan efek visual dengan mengatur kecepatan klip video untuk menciptakan transisi yang dinamis, seperti gerakan tangan membentuk hati atau gerakan tarian lainnya.
Istilah velocity sendiri berasal dari bahasa Inggris yang berarti kecepatan. Namun, dalam konteks TikTok, istilah ini lebih merujuk pada teknik pengeditan video untuk memperoleh efek yang menarik. Tren ini kian populer selama Ramadan 2025, terutama dalam konten buka puasa bersama (bukber).
Silvia (28), seorang pegawai sekaligus make-up artist, mengaku bahwa tren ini membuat suasana bukber lebih seru.
"Kalau bukber jadi nggak monoton cuma makan saja. Bisa menghibur juga, apalagi buat promosi jasa make-up," ujarnya kepada RRI, Jumat (28/3/2025).
Antonio, seorang pegawai di sektor kreatif, menyambut positif tren ini. Menurutnya, dance velocity menambah keseruan interaksi di media sosial.
"Awalnya memang terasa asing, tapi setelah mencoba, ternyata seru juga. Tren seperti ini bisa jadi cara kreatif untuk mengekspresikan diri sekaligus menghibur teman-teman," ujarnya.
Tren velocity terus berkembang dengan kreativitas pengguna TikTok, menjadikannya salah satu konten yang paling banyak dibagikan selama Ramadan tahun ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....