Nggak Semua Harus Kamu Kontrol, Ini 5 Pelajaran dari Stoikisme
- 29 Sep 2026 23:42 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Tidak semua hal dalam hidup perlu dipikirkan sampai berulang kali. Perkataan orang lain, kesalahan di masa lalu, hingga rencana yang tiba-tiba berantakan bisa menguras energi jika terus berusaha dikendalikan.
Dalam Stoikisme, salah satu prinsip penting yang diajarkan adalah membedakan hal-hal yang berada dalam kendali diri dengan sesuatu yang berada di luar kendali. Prinsip ini bukan berarti seseorang harus bersikap cuek atau berhenti berusaha, melainkan mengarahkan perhatian pada hal yang memang dapat dilakukan.
Dikutip dari IDN Times, ada sejumlah hal yang dapat dilepaskan untuk membantu seseorang menghadapi kehidupan dengan lebih realistis. Berikut lima di antaranya.
1. Keinginan Mengendalikan Semuanya
Punya rencana memang penting, tetapi kehidupan tidak selalu berjalan sesuai skenario. Keputusan orang lain, perubahan situasi, hingga kejadian yang tidak terduga dapat membuat hasil akhirnya berbeda dari yang diharapkan.
Dalam perspektif Stoikisme, seseorang tidak selalu dapat menentukan apa yang terjadi, tetapi masih dapat menentukan bagaimana dirinya merespons keadaan.
Karena itu, energi lebih baik digunakan untuk mempersiapkan diri, mengambil keputusan, dan melakukan tindakan yang memang berada dalam kendali.
2. Terlalu Memikirkan Penilaian Orang Lain
Komentar orang lain sering kali sulit dihindari. Pilihan pekerjaan, penampilan, hubungan, hingga cara menjalani hidup bisa saja mendapat penilaian yang berbeda dari setiap orang.
Stoikisme mengingatkan bahwa pendapat orang lain bukan sesuatu yang sepenuhnya dapat dikendalikan. Kritik yang bermanfaat tetap bisa didengarkan dan dijadikan bahan evaluasi, tetapi tidak semua komentar harus menentukan bagaimana seseorang melihat dirinya sendiri.
Dengan begitu, mendengarkan pendapat orang lain tetap bisa dilakukan tanpa menjadikan semua penilaian sebagai ukuran harga diri.
3. Penyesalan terhadap Masa Lalu
Pernah terpikir, “Kalau waktu itu aku memilih yang berbeda, mungkin hidupku sekarang tidak seperti ini”?
Memikirkan kemungkinan tersebut sesekali adalah hal yang wajar. Namun, terus-menerus mengulang kejadian yang sudah berlalu tidak akan mengubah hasilnya.
Dalam prinsip Stoikisme, masa lalu dapat digunakan sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai tempat untuk terus menghukum diri sendiri. Kesalahan bisa dipelajari, keputusan bisa diperbaiki, kemudian perhatian dikembalikan pada tindakan yang masih dapat dilakukan hari ini.
4. Keinginan agar Semua Rencana Berjalan Mulus
Sudah membuat rencana dengan matang, tetapi tiba-tiba pekerjaan berubah, hubungan berakhir, kesempatan gagal didapatkan, atau sesuatu yang sudah dipersiapkan justru batal.
Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa rencana tidak selalu berada sepenuhnya dalam kendali kita. Karena itu, yang perlu dilepaskan bukan keinginan untuk merencanakan, melainkan keterikatan berlebihan terhadap hasil akhirnya.
Ketika situasi berubah, perhatian dapat dialihkan pada pilihan yang masih tersedia. Dengan cara tersebut, perubahan tidak selalu harus dilihat sebagai kegagalan, tetapi sebagai keadaan yang membutuhkan respons baru.
5. Kebutuhan untuk Selalu Mendapatkan Hasil Sesuai Harapan
Keinginan untuk berhasil tentu bukan sesuatu yang salah. Namun, jika ketenangan hanya bergantung pada hasil yang diinginkan, kekecewaan akan lebih mudah muncul ketika kenyataan berjalan berbeda.
Stoikisme mendorong perhatian pada proses dan tindakan yang berada dalam kendali. Seseorang dapat belajar lebih giat, bekerja dengan sungguh-sungguh, memperlakukan orang lain dengan baik, dan mengambil keputusan secara bijaksana.
Setelah melakukan bagian yang dapat dikendalikan, hasil akhirnya menjadi sesuatu yang perlu diterima.
Pada akhirnya, melepaskan dalam Stoikisme bukan berarti berhenti berusaha atau pasrah terhadap keadaan. Prinsip ini lebih kepada memahami batas antara apa yang bisa dikendalikan dan apa yang tidak.
Bagi kehidupan yang penuh perubahan, kemampuan membedakan keduanya dapat membantu seseorang mengurangi energi yang terbuang untuk hal-hal di luar kuasa dan mengalihkannya pada tindakan yang masih bisa dilakukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....