Mengenal Geriatric Millennial, Generasi yang Tumbuh di Era Analog dan Digital

  • 30 Jul 2026 21:36 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Istilah geriatric millennial belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Sebutan ini mengacu pada kelompok milenial yang lahir pada awal hingga pertengahan 1980-an dan mengalami masa transisi dari dunia analog menuju era digital. Pengalaman tersebut membuat mereka memiliki karakter yang berbeda dibandingkan generasi milenial yang lahir lebih muda.

Dikutip dari IDN News, geriatric millennial kerap disebut sebagai "generasi penghubung" karena pernah merasakan kehidupan tanpa internet, tetapi juga mampu mengikuti pesatnya perkembangan teknologi digital. Kemampuan beradaptasi inilah yang membuat kelompok ini dinilai memiliki cara pandang yang unik dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

  1. Tumbuh di Dua Era Teknologi

Salah satu ciri utama geriatric millennial adalah pernah menggunakan teknologi analog seperti telepon rumah, kaset, komputer pribadi, hingga internet dial-up. Namun, mereka juga mampu mengikuti perkembangan media sosial, aplikasi digital, hingga kecerdasan buatan (AI). Pengalaman hidup di dua zaman tersebut membuat mereka lebih mudah memahami perubahan teknologi.

Pakar kepemimpinan sekaligus penulis Digital Body Language, Erica Dhawan, mengatakan kelompok ini merupakan generasi pertama yang tumbuh bersama komputer pribadi di rumah dan menyaksikan lahirnya media sosial seperti Facebook maupun MySpace. Mereka juga masih mengingat masa ketika koneksi internet membutuhkan waktu untuk tersambung.

  1. Fleksibel dalam Cara Berkomunikasi

Berbeda dengan generasi yang hanya terbiasa berkomunikasi melalui gawai, geriatric millennial dinilai mampu menyeimbangkan komunikasi digital dan tatap muka. Mereka terbiasa menggunakan pesan instan maupun panggilan video, tetapi tetap memahami pentingnya bertemu langsung untuk membangun hubungan yang lebih personal.

Menurut Erica Dhawan, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan komunikasi langsung menjadi salah satu keunggulan kelompok ini dalam kehidupan sosial maupun dunia kerja.

  1. Cepat Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi

Kelompok geriatric millennial juga dikenal tidak asing dengan perubahan teknologi. Mereka pernah menggunakan berbagai platform digital, mulai dari Friendster, MySpace, hingga Facebook generasi awal sebelum akhirnya beralih ke berbagai aplikasi media sosial yang populer saat ini.

Pengalaman mengikuti perkembangan teknologi sejak usia muda membuat mereka lebih terbuka mempelajari inovasi baru, meski tidak selalu menjadi pengguna pertama.

  1. Tetap Menghargai Pengalaman di Dunia Nyata

Masa kecil yang dihabiskan dengan bermain di luar rumah, bersepeda bersama teman, atau berkumpul bersama keluarga menjadi pengalaman yang masih melekat bagi banyak geriatric millennial. Karena pernah hidup sebelum internet menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mereka cenderung lebih menghargai keseimbangan antara aktivitas digital dan interaksi di dunia nyata.

Bagi kelompok ini, meluangkan waktu tanpa gawai masih menjadi cara penting untuk menjaga kualitas hidup.

  1. Mengutamakan Komunikasi Langsung

Selain terbiasa menggunakan teknologi, geriatric millennial juga dikenal menghargai komunikasi secara langsung. Mereka memahami bahwa tidak semua persoalan dapat diselesaikan melalui pesan singkat sehingga percakapan tatap muka masih dianggap penting, terutama untuk membahas hal-hal yang bersifat pribadi maupun profesional.

Kemampuan membangun komunikasi secara langsung menjadi salah satu keterampilan yang masih dipertahankan hingga kini.

  1. Adaptif tetapi Tetap Realistis

Berbagai perubahan sosial dan teknologi yang mereka alami membuat geriatric millennial memiliki cara pandang yang relatif seimbang. Mereka cenderung terbuka terhadap inovasi, tetapi tidak mudah mengikuti setiap tren tanpa pertimbangan.

Presiden Center for Generational Kinetics, Jason Dorsey, menilai kelompok ini memiliki karakter yang sedikit lebih dekat dengan Generasi X karena memiliki fondasi pengalaman hidup yang lebih beragam dibandingkan milenial yang lahir setelahnya.

  1. Kebersamaan Tetap Menjadi Prioritas

Meski akrab dengan dunia digital, geriatric millennial umumnya masih menempatkan keluarga dan hubungan sosial sebagai bagian penting dalam kehidupan. Kebiasaan makan bersama, menonton televisi dengan keluarga, atau berkumpul bersama teman menjadi pengalaman yang membentuk cara mereka membangun hubungan hingga sekarang.

Keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan interaksi sosial secara langsung menjadi salah satu nilai yang membedakan generasi ini dari kelompok yang tumbuh sepenuhnya di era digital.

Pada akhirnya, menjadi geriatric millennial bukan hanya soal tahun kelahiran, melainkan juga pengalaman hidup di tengah perubahan teknologi yang sangat cepat. Kemampuan beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai yang telah dibangun sejak era analog menjadikan kelompok ini sering disebut sebagai jembatan antara dua generasi dengan cara hidup yang berbeda.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....