Hustle Culture Diam-diam Bikin Banyak Anak Muda Tumbang

  • 18 Mei 2026 00:38 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Budaya kerja tanpa henti atau hustle culture semakin akrab dengan kehidupan generasi milenial dan gen Z. Di tengah tuntutan untuk terus produktif dan tampil sukses, banyak anak muda tanpa sadar memaksakan diri bekerja berlebihan hingga mengabaikan waktu istirahat dan kesehatan mental.

Dikutip dari Fimela, hustle culture merupakan pola hidup yang mendorong seseorang untuk terus bekerja keras dan produktif. Sekilas budaya ini terlihat positif karena identik dengan ambisi dan semangat kerja tinggi. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, kondisi tersebut justru berpotensi memicu tekanan mental berkepanjangan hingga burnout.

Fenomena ini semakin kuat di era digital. Media sosial dipenuhi konten tentang pencapaian karier di usia muda, bisnis sukses, hingga gaya hidup “kerja terus tanpa mengeluh”. Tanpa disadari, banyak orang mulai membandingkan hidup dan pencapaiannya dengan orang lain sehingga muncul rasa takut tertinggal jika tidak terus bekerja.

Rutinitas seperti membuka laptop sejak pagi, membalas pesan pekerjaan saat jam makan siang, hingga tetap memikirkan deadline di akhir pekan kini menjadi hal yang dianggap biasa. Semakin sibuk seseorang terlihat, semakin tinggi pula standar keberhasilan yang sering dilekatkan padanya.

Padahal, tubuh dan pikiran manusia memiliki batas kemampuan. Jika tekanan terus menumpuk tanpa diimbangi istirahat yang cukup, kondisi ini dapat berkembang menjadi burnout atau kelelahan fisik, emosional, dan mental akibat stres berkepanjangan. Burnout biasanya muncul perlahan, mulai dari rasa lelah, sulit fokus, kehilangan semangat bekerja, hingga mudah cemas, sensitif, dan mengalami gangguan tidur.

Tak hanya memengaruhi kesehatan mental, pola kerja berlebihan juga dapat berdampak pada kondisi fisik. Bekerja terlalu keras dalam jangka panjang berisiko meningkatkan tekanan darah, gangguan tidur, hingga masalah kesehatan jantung akibat stres yang terus menumpuk. Karena itu, menjaga work-life balance menjadi penting agar seseorang tidak kehilangan kesehatan dan kehidupannya sendiri di tengah tuntutan pekerjaan. Sebab bekerja keras memang penting, tetapi hidup tidak seharusnya hanya diisi target dan tekanan tanpa memberi ruang bagi diri sendiri untuk bernapas.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....