Bukan Sekadar “Meong”, Ini Arti Suara Kucing yang Sering Diabaikan Pemilik

  • 18 Apr 2026 14:32 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Suara kucing sering dianggap sekadar lucu dan menggemaskan. Padahal, di balik bunyi yang terdengar sederhana, kucing sebenarnya sedang “berbicara”. Memahami arti suara ini penting, karena bisa menjadi petunjuk kondisi emosional hingga kesehatan hewan peliharaan.

Mengutip Alodokter, kucing menggunakan suara sebagai cara utama berkomunikasi, baik dengan manusia maupun sesama kucing. Setiap jenis suara memiliki makna berbeda, mulai dari tanda nyaman hingga sinyal stres yang perlu diwaspadai.

Fenomena ini semakin relevan seiring meningkatnya tren memelihara kucing di kalangan anak muda. Tidak sedikit pemilik yang belum menyadari bahwa perubahan suara bisa menjadi tanda awal gangguan pada hewan peliharaan.

Beragam Suara, Berbeda Makna

Mengeong menjadi suara yang paling sering terdengar. Biasanya kucing menggunakannya untuk meminta sesuatu, seperti makan, perhatian, atau mengajak bermain. Namun, jika nadanya terdengar lebih keras atau panjang, kondisi ini bisa menandakan ketidaknyamanan. Selain itu, dengkuran atau purring identik dengan rasa nyaman. Kucing sering mengeluarkan suara ini saat dielus atau berada di lingkungan yang membuatnya merasa aman. Meski begitu, dalam beberapa kondisi, dengkuran juga bisa menjadi cara kucing menenangkan diri saat mengalami stres atau rasa sakit.

Berbeda dengan itu, suara desisan merupakan sinyal peringatan. Kucing biasanya mendesis saat merasa terancam atau ingin menjaga jarak. Jika situasi semakin memicu stres, suara dapat berkembang menjadi geraman yang menunjukkan sikap defensif dan potensi agresi.

Ada pula suara meraung panjang yang terdengar lebih intens. Kondisi ini umumnya terjadi saat kucing memasuki masa birahi. Namun, suara tersebut juga bisa muncul saat kucing merasa kesepian, tertekan, atau mengalami kebingungan, terutama pada usia lanjut. Sementara itu, suara pendek berulang yang menyerupai “cicit” biasanya muncul saat kucing melihat mangsa. Ini mencerminkan insting berburu sekaligus rasa frustrasi karena tidak bisa menjangkau target.

Tanda yang Tidak Boleh Diabaikan

Tidak semua suara kucing bersifat normal. Dalam beberapa kondisi, perubahan suara justru menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan.

Perubahan suara secara tiba-tiba, seperti menjadi serak atau hilang, bisa berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan atau gangguan pita suara. Selain itu, kucing yang terus mengeong tanpa sebab jelas juga perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda stres atau masalah medis.

Mengutip Alodokter, pemilik perlu lebih waspada jika perubahan suara disertai gejala lain, seperti lemas, tidak nafsu makan, atau demam. Kondisi tersebut dapat mengarah pada gangguan kesehatan yang lebih serius. bahkan, dengkuran yang biasanya menandakan kenyamanan pun bisa berubah arti jika terdengar lebih intens dan muncul saat kucing terlihat tidak sehat.

Memahami suara kucing bukan hanya soal mengenali kebiasaan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap kesehatannya. Dari perubahan kecil pada suara, pemilik bisa lebih cepat menangkap tanda-tanda yang tidak normal.

Dengan lebih peka terhadap pola suara dan perilaku, hubungan antara pemilik dan hewan peliharaan pun dapat terbangun lebih kuat sekaligus membantu menjaga kondisi kucing tetap sehat dan nyaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....