Mengais Rezeki dari Barang Rongsokan di tengah Sulitnya Lapangan Kerja
- 16 Mar 2026 21:16 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan — Di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan, sebagian warga di Medan memilih mengais rezeki dari barang rongsokan. Setiap hari mereka berkeliling dari satu kawasan ke kawasan lain untuk mengumpulkan kardus, botol plastik, kaleng, hingga besi tua yang masih memiliki nilai jual.
Aktivitas tersebut menjadi alternatif penghasilan bagi sebagian warga, bahkan tidak sedikit yang menjadikannya sebagai sumber pendapatan utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meski kerap dipandang sebelah mata, pekerjaan sebagai pengumpul barang bekas tetap dijalani karena dinilai mampu membantu perekonomian keluarga.
Para pengumpul barang rongsokan biasanya berkeliling menggunakan berbagai cara, mulai dari berjalan kaki, becak barang, hingga sepeda motor untuk mengangkut hasil temuan. Barang-barang yang terkumpul kemudian disimpan terlebih dahulu selama beberapa waktu hingga jumlahnya cukup banyak sebelum dijual kepada pengepul atau tempat daur ulang.
Salah seorang pengumpul barang bekas, Ricky, setiap hari menyusuri sejumlah kawasan di Kota Medan, mulai dari daerah Tembung hingga Padang Bulan. Dengan karung besar yang dibawa di becak barangnya, ia mencari barang-barang yang masih dapat dimanfaatkan kembali.
“Yang biasa kita terima itu kardus, botol plastik, kaleng sama besi tua. Tapi kalau kaca atau botol kaca biasanya tidak kami ambil, karena agak susah dijual,” kata Ricky kepada rri.co.id, Senin (16/3/2026).
Menurut Ricky, hasil yang diperoleh dari mengumpulkan barang rongsokan memang tidak selalu besar. Namun pekerjaan tersebut cukup membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di sisi lain, keberadaan para pengumpul barang bekas juga dinilai membantu masyarakat dalam mengurangi sampah rumah tangga. Barang-barang yang sudah tidak digunakan dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang.
Seorang warga, Rahma, mengaku merasa terbantu dengan keberadaan pengumpul barang bekas yang kerap datang ke lingkungan tempat tinggalnya.
“Kadang ada barang di rumah yang sudah tidak dipakai lagi. Dengan adanya mereka yang mengambil, rumah jadi lebih rapi dan sampah juga berkurang,” ujarnya.
Selain menjadi sumber penghasilan bagi sebagian warga, aktivitas mengumpulkan barang rongsokan juga berkontribusi dalam mengurangi timbunan sampah di lingkungan. Barang-barang yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat kembali dimanfaatkan melalui proses daur ulang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....