Museum Perjuangan Pers: Jejak Pers di Sumatera Utara

  • 22 Feb 2026 16:50 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan- Museum Perjuangan Pers Sumatera Utara di Jalan Sei Alas No.6 Medan, berdiri sebagai ruang pelestarian sejarah pers dan perjuangan kemerdekaan di Kota Medan. Museum ini didirikan oleh Muhammad Tok Wan Haria, seorang veteran pejuang kemerdekaan Republik Indonesia di Sumatera Utara sekaligus wartawan senior.

Cucu pendiri museum, Mufti, menjelaskan bahwa kecintaan kakeknya terhadap sejarah pers dan perjuangan menjadi latar belakang berdirinya museum tersebut.

“Beliau memang punya hobi mengoleksi arsip sejarah pers dan perjuangan kemerdekaan. Museum ini resmi berdiri pada 15 November 2019, bertepatan dengan ulang tahun ke-87 Muhammad Tok Wan Haria," ujar Mufti.

Seluruh koleksi yang dipamerkan merupakan milik pribadi Muhammad Tok Wan Haria. Arsip-arsip tersebut sebagian diperoleh saat masih aktif sebagai wartawan pada 1970-an, termasuk ketika mengakses dokumen di Arsip Nasional Republik Indonesia. Museum terdiri dari tiga ruangan, yakni ruang koleksi surat kabar, perpustakaan, dan ruang yang menampilkan potret Gubernur Sumatera Utara dari masa ke masa.

Di antara koleksi utama terdapat surat kabar terbitan masa perang kemerdekaan, termasuk Batavia Nouvelles yang terbit pada 12 November 1744 dan dikenal sebagai surat kabar pertama di Indonesia. Museum juga menyimpan Deli Courant yang terbit di Kota Medan pada 1885.

Selain itu, terdapat surat kabar daerah Sumatera Utara era 1920–1930-an seperti Palito Batak, Anak Batak, Medan Bergerak, Bintang Karo, dan Nias Berita. Museum ini juga mengoleksi 13 potret pahlawan nasional asal Sumatera Utara, lukisan pejuang Medan Area, serta tokoh pers seperti Parada Harahap, Adi Negoro, Muhammad Said, dan Ani Idrus.

Untuk perawatan, pengelola masih menggunakan cara sederhana, seperti membungkus surat kabar lama dengan plastik, meletakkan kapur barus dan anti-rayap di rak buku, serta melakukan pembersihan rutin setiap tiga minggu sekali. Proses perawatan juga dibantu komunitas peduli museum dan sejarah secara sukarela.

Museum ini diharapkan terus menjadi ruang edukasi dan referensi sejarah pers bagi generasi muda di Sumatera Utara.

Rekomendasi Berita