Bukan Sekadar Pajangan, Sejarah Maneki Neko yang Dipercaya Mengundang Rezeki

  • 22 Feb 2026 12:14 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Di meja kasir toko, sudut restoran, hingga rak pajangan rumah, patung kucing kecil dengan satu kaki terangkat sering terlihat berdiri tenang. Banyak orang mengenalnya sebagai “kucing pembawa hoki”. Namun di balik gesturnya yang sederhana, Maneki Neko menyimpan sejarah panjang yang berakar dari budaya Jepang.

Dalam bahasa Jepang, Maneki Neko dapat dimaknai sebagai “kucing yang mengundang.” Kata maneku berarti memanggil atau mengajak mendekat, sedangkan neko berarti kucing. Gerakan kaki yang terangkat bukanlah tanda berpamitan, melainkan isyarat untuk memanggil agar keberuntungan dan rezeki datang menghampiri.

Mengutip japantrips.id, simbol ini mulai populer pada zaman Edo (1603–1868). Salah satu sumber kemunculannya dikaitkan dengan kerajinan keramik Imado yang dipasarkan di kawasan Asakusa, Tokyo. Seiring waktu, patung tersebut berkembang menjadi simbol yang dipercaya mampu mendatangkan pelanggan, kekayaan, hingga perlindungan.

Popularitasnya yang meluas ke berbagai negara membuat banyak orang mengira Maneki Neko berasal dari Tiongkok. Padahal, figur ini merupakan bagian dari warisan budaya Jepang yang telah hidup ratusan tahun dan terus beradaptasi dengan zaman.

Kini, Maneki Neko bukan hanya elemen dekoratif, tetapi simbol harapan yang melekat dalam dunia usaha maupun kehidupan sehari-hari. Kepercayaan terhadapnya mungkin berbeda-beda, namun makna yang dibawanya tetap sama: mengundang keberuntungan untuk datang lebih dekat.

Rekomendasi Berita