Taman Beringin Medan Punya Banyak Cerita
- 21 Jan 2026 10:36 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Taman Beringin Medan menjadi salah satu ruang terbuka hijau legendaris di Kota Medan yang hingga kini masih dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat rekreasi, belajar, hingga bersantai. Taman yang diresmikan pada 1 April 1971 ini berlokasi di Jalan Teuku Cik Ditiro, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.
Sebagai salah satu taman kota tertua, Taman Beringin menawarkan suasana yang sejuk dengan pepohonan rindang. Tercatat, taman ini memiliki sekitar 20 jenis tanaman, baik pohon berukuran besar maupun tanaman kecil, yang berperan penting dalam menjaga kualitas udara di kawasan perkotaan.
Salah satu fasilitas unggulan di kawasan ini adalah Perpustakaan Taman Beringin. Perpustakaan tersebut kerap dimanfaatkan oleh pelajar dan mahasiswa untuk mengerjakan tugas, membaca buku, maupun sekadar mengisi waktu luang. Jam operasional perpustakaan dibuka Senin hingga Kamis pukul 09.00–16.00 WIB, Jumat pukul 09.00–16.30 WIB, serta Minggu pukul 09.00–17.00 WIB.
Salah seorang pengunjung, Devi, mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), mengaku kerap memanfaatkan Perpustakaan Taman Beringin untuk mengerjakan tugas kuliah. Menurutnya, suasana yang tenang menjadi alasan utama dirinya memilih tempat tersebut.
“Saya cukup sering mengerjakan tugas di perpustakaan Taman Beringin karena suasananya tenang. Selain itu, saya juga bisa mencari referensi dari buku-buku yang tersedia di sini,” ujar Devi kepada rri.co.id, Senin (20/1/2026).
Selain perpustakaan, Taman Beringin juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti toilet, musala, serta guiding block atau paving taktil yang memudahkan akses bagi penyandang disabilitas. Tempat sampah pun tersedia di berbagai sudut taman, mendukung kebersihan lingkungan.
Namun demikian, kondisi sejumlah permainan anak di taman ini menjadi perhatian. Beberapa wahana permainan dilaporkan mengalami kerusakan dan kerap digunakan oleh orang dewasa, sehingga fungsi utamanya sebagai sarana bermain anak menjadi kurang optimal.
Di sekitar taman, khususnya di bagian depan, deretan pedagang kaki lima turut meramaikan suasana. Pengunjung dapat dengan mudah menemukan aneka jajanan, seperti makanan ringan, sate, hingga tela-tela. Untuk parkir sepeda motor, pengunjung dikenakan tarif Rp3.000.
Taman Beringin Medan dibuka untuk umum setiap hari hingga pukul 23.00 WIB. Meski demikian, waktu yang paling ramai dikunjungi adalah sore hari, saat cuaca lebih sejuk dan aktivitas warga meningkat. Menariknya, pengunjung dapat menikmati seluruh area taman tanpa dipungut biaya tiket masuk.
Keberadaan Taman Beringin Medan tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga berfungsi sebagai ruang publik yang mendukung aktivitas sosial, edukasi, dan lingkungan. Dengan perawatan fasilitas yang lebih optimal, taman ini berpotensi terus menjadi ruang hijau favorit warga Kota Medan lintas generasi.