Momo Membawa Kampoengan Go Digital
- 29 Mar 2025 18:10 WIB
- Medan
KBRN, Medan: Mendengar kata kampungan mungkin kita akan langsung terpikir tentang penilaian yang rendah tentang seseorang atau sesuatu, tapi tidak bagi Eva Ramadani. Bagi Wanita yang akrab disapa Momo ini, kampoengan telah menjadi bagian dari hidupnya. Sejak memutuskan berhenti dari pekerjaannya terdahulu ia lebih memilih tinggal di rumah sebagai ibu rumah tangga dan menciptakan karya sendiri.
Kegemarannya makan roti kering atau bagelen memberinya ide untuk membuat sebuah produk serupa yang bisa ia produksi dari rumah. Tinggal di perkampungan yang tak jauh dari kota memberi sesuatu inspirasi bagi Momo tentang brand yang sedang ia bangun.
“Nah, awalnya saya memproduksi pertama kali adalah bagelen atau roti kering. Diri awal saya menyukai dan sanga bisa saya lakukan dan itu produk pertama kali dari kampungan sebelum sampai hari ini. Nah secara sa sendiri Kampoengan itu dimulai tahun 2021 namun secara hukum atau secara administrative itu dimulai Maret 2021," ucapnya.
Tinggal di rumah yang terpencil dan sepi membuat Kampoengan susah berkembang. Ditambah lagi tahun 2021 merupakan tahun tersulit bagi semua pelaku usaha karena pambatasn ruang Gerak yang diakibatkan oleh Covid 19. Namun pengalaman Momo sebagai marketing support di Perusahaan sebelumnya membawa Kampoengan harus ikut di era bargaining poin digital marketing.
“Jadi, mulailah saya membuat satu konten dimulai dari media sosial yang saya punya saya ceate secara pribadi, kemudian saya publish secara bisnis, dan mulai ssya bantu dari bisnis, dan mulai rajin saya promosikan pertama kali dari konten. Baru setelah itu saya ikut di beberapa komunitas, di setiap komunitas itulah saya memperkenalkan saya sebagai pengusaha dengan brand kampoengan dan menjual produk di beberapa event bazaar juga komunitas-komunitas juga di event-event yang saya ikuti," katanya.
Bergabung di komunitas saja ternyaa tidak cukup bagi Kampoengan. Iya terus melebarkan sayapnya dengan mencari pengasuh. Ia mengikuti pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh berbagai institusi untuk memperkuat jaringan pemasaran, selain itu ia juga bergabung dengan berbagai platform digital yang membantu penjualannya. Hasilnya, ia memperoleh banyak prestasi dari keikutertaannya memperkuat branding produknya.
“Berkat konsistensi saya di awal (2021), kemudian secara konsisten juga melakukan promosi di digital, di tahun 2023 Kampoengan mendapat penghargaan dari kabupaten Deli Serdang, dari bapak bupati sebagai UMKM ter uptodate Deli Serdang. Kemudian di tahun yang sama saya terpilih dari PADI UMKM BUMN Indonesia, terpilih menjadi produk yang dipromosikan langsung dari PADI Indonesia, dan Alhamdulillah di tahun 2023 dan 2024 sya terpilih menjadi UMKM unggulan danspeaker bagi JNE yang melakukan promo UMKM ke sekolah dn kampus," ujarnya.
Momo menyadari kalau keberadaan platform digital sangat berpengaruh dalam memperkenalkan produknya maupun untuk penjualannya. Demikian juga dikatakan oleh ibu Yenny Melinda, Kepala UPTD PLUT SUMUT, bahwa optimalisasai platform digital dapat memperkuat pasar di Indonesia.
“Optimalisasi platform digital dapat memperkuat pasar UMKM di Indonesia dengan meningkatkan kemampuan untuk memahami konsumen, jangkauan pasar dan konsistensi memanfaatkan Media Sosial atau e commerce.
Pemerintah dalam hal ini UPTD. PLUT juga telah melakukan dan meningkatkan kecakapan Digital UMKM melalui Pelatihan-pelatihan dan Pendampingan.
Sementara itu Fikri Al Haq Fachryana, Ketua Asperinda Sumut juga memberikan tanggapannya tentang keberadaan Platform digital. Menurutnya, ada beberapa alasan kenapa UMKM harus Go Digital.
“Menurut saya kenapa UMKM harus Go Digital Digital agar bisa memperluas pasarnya, maka dari itu pemerintah mentargetkan UMK Go Digital sebanyak 30 juta UKM hingga 2024, kemudian, Indonesia adalah Market terbesar perdagangan Online, maka UKM harus ambil bagian dari e commerce, melalui flatform flatform e commerce, dan Produk yang berpeluang untuk dipasarkan di flatform adalah Pakaian, Perawatan Tubuh, dan Makanan minuman, namun ada juga tantangannya yaitu saat ini di berbagai Flatform, produk yang dijual adalah produk asing," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....