Kualitas Pengeringan Tentukan Lidi Sawit Tembus Ekspor

  • 17 Sep 2026 08:38 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengolahan dan pengeringan menjadi tahapan penting agar lidi sawit memenuhi standar pasar ekspor. Perbedaan negara tujuan juga menentukan panjang, bentuk, hingga spesifikasi produk yang dibutuhkan pembeli.

CEO dan Founder PT Arra Setia Abadi, Ilham Setiadi mengatakan, sejumlah jenis lidi dapat dikembangkan untuk ekspor, mulai dari sawit, kelapa, nipah, palem hingga aren. Khusus lidi sawit, pihaknya mempelajari sedikitnya lima kategori spesifikasi berdasarkan kebutuhan pasar. Hal ini disampaikannya saat Webseries GoEkspor Barantin #10 Karantina Sumatera Utara, pada Rabu, 16 September 2026.

Produk untuk India dan Pakistan, misalnya, memiliki kebutuhan ukuran berbeda. Selain itu, terdapat kualitas super dengan panjang di atas 100 sentimeter serta lidi berbentuk runcing dan potong rata yang dapat dipasarkan ke China.

Proses produksi dimulai dari pemisahan lidi dari daun pelepah menggunakan pisau serut maupun peralatan sederhana. Setelah diserut, lidi diikat sekitar 200 hingga 300 gram dan dijemur selama dua sampai tiga hari.

Menurut Ilham, tingkat kekeringan harus benar-benar diperhatikan karena waktu pengiriman menuju negara tujuan relatif panjang. Pengiriman ke China dapat membutuhkan satu hingga dua minggu, sementara India dan Pakistan bisa mencapai tiga minggu hingga satu bulan.

“Jika lidinya belum kering, masih berjamur, masih lembap, sampai lokasi negara tujuan itu akan hancur. Dia bisa hitam, akan lapuk, dan tidak bisa dipakai,” katanya.

Karena itu, lidi perlu mencapai kondisi sekitar 90 persen kering sebelum dikirim. Produk kemudian disortir berdasarkan ukuran dan spesifikasi sebelum memasuki tahapan pengemasan.

Lidi yang telah memenuhi standar dapat dikemas dalam ukuran sekitar 30 hingga 50 kilogram. Ilham menilai proses pengolahan yang relatif sederhana membuka peluang keterlibatan masyarakat dalam rantai produksi komoditas ekspor tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....