Jumat Berkah Jadi Strategi Promosi UMKM Sambil Berbagi
- 28 Agt 2026 16:21 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan — Momentum Jumat Berkah tidak hanya dimanfaatkan untuk berbagi kepada sesama, tetapi juga dapat menjadi peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun hubungan dengan calon pelanggan.
Dilansir dari masjidrayaaljabbar.com, Jumat Berkah merupakan tradisi yang banyak diwujudkan melalui sedekah, seperti memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan. Jumat juga dipandang sebagai hari yang istimewa dalam Islam. Tradisi Sedekah Jumat Berkah telah menjadi amalan yang hidup di tengah masyarakat Muslim Indonesia.
Bagi UMKM, konsep tersebut dapat dikembangkan menjadi strategi promosi yang tetap mengutamakan niat berbagi. Pelaku usaha dapat, misalnya, mengalokasikan sebagian produk untuk dibagikan, membuat paket Jumat Berkah, atau bekerja sama dengan pelanggan untuk menambah jumlah makanan yang disedekahkan.
Namun, agar Jumat Berkah tidak justru menggerus modal, pelaku UMKM perlu memperhitungkan keuntungan sejak awal. Beberapa tips yang dapat dilakukan adalah menghitung harga pokok produksi setiap produk, menentukan batas anggaran khusus untuk program berbagi, memilih produk dengan margin yang cukup, serta membuat jumlah paket berbagi sesuai kemampuan usaha.
Promosi juga dapat dilakukan secara halus, misalnya mencantumkan nama usaha pada kemasan tanpa menjadikan penerima sedekah sebagai sasaran iklan. Pelaku usaha dapat mengunggah kegiatan tersebut di media sosial, menawarkan paket Jumat Berkah kepada pelanggan, atau membuat program seperti “setiap pembelian satu paket, satu paket makanan ikut disumbangkan”. Dengan cara ini, kegiatan sosial sekaligus membuka kesempatan pelanggan mengenal produk dan melakukan pembelian kembali.
Tips lainnya, UMKM sebaiknya membandingkan biaya program dengan hasil yang diperoleh. Catat berapa modal yang dikeluarkan, jumlah pelanggan baru, jumlah pesanan setelah program, serta produk mana yang paling diminati. Jika biaya promosi terlalu besar sementara penjualan tidak bertambah, skema Jumat Berkah dapat dikurangi atau diubah menjadi paket dengan margin yang lebih sehat.
Yang tidak kalah penting, keuntungan usaha tetap harus dihitung secara realistis. Misalnya, jika harga jual satu paket Rp25 ribu dan total biaya produksi serta kemasannya Rp15 ribu, masih terdapat margin Rp10 ribu per paket sebelum biaya promosi lainnya. Dari margin tersebut, pelaku usaha dapat menentukan bagian yang dialokasikan untuk berbagi tanpa mengganggu biaya operasional.
Dengan perencanaan yang tepat, Jumat Berkah dapat menjadi titik temu antara nilai sosial dan strategi bisnis. UMKM tetap dapat berbagi, memperkenalkan produk, menjaga hubungan dengan pelanggan, sekaligus mempertahankan keuntungan agar usaha terus berjalan. Dengan demikian, semangat berbagi tidak berhenti pada satu hari, tetapi ikut mendukung keberlangsungan usaha kecil di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....