Tekuni Usaha Keripik Pisang hingga Pasok ke Pasar Buah Berastagi
- 28 Agt 2026 16:33 WIB
- Medan
RRI.CO.ID,Medan - Berawal dari keinginan untuk menambah penghasilan keluarga, Eva, warga Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, menekuni usaha rumahan dengan memproduksi keripik pisang. Usaha tersebut kini terus berkembang dan menjadi salah satu sumber penghasilan bagi keluarganya.
Setiap hari, Eva menghabiskan sekitar kurang lebih 30 Kilogram (Kg) sebagai bahan baku utama. Pisang-pisang tersebut diolah secara bertahap melalui proses pengupasan, pengirisan, penggorengan, hingga pengemasan sebelum siap dipasarkan.
Keripik pisang buatan Eva kemudian dipasarkan ke beberapa toko di Medan dan ke Pasar buah Berastagi, Kabupaten Karo. Produk tersebut menjadi salah satu pilihan makanan ringan yang dapat dinikmati masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan Berastagi.
Menurut Eva, menjalankan usaha keripik pisang membutuhkan ketekunan dan kesabaran. Mulai dari memilih bahan baku yang berkualitas hingga menjaga cita rasa dan kerenyahan keripik menjadi bagian penting dalam proses produksi. Bahkan kemasan yang dijual 200 gram dengan harga Rp5 ribu rupiah juga dipasarkan ke pasar swalayan modern.
"Saya dengan empat orang pekerja memproduksi keripik pisang 30 kilogram setiap hari, khususnya keripik pisang. Setiap empat hari sekali atau paling lama seminggu sekali saya mengantarkan keripik pisang ke empat toko yang menampung dagangan saya selama ini di pasar buah Berastagi," ujar Eva saat diwawancarai RRI, Rabu, 27 Agustus 2026.
Penggunaan bahan baku mencapai 30 Kg pisang setiap hari, usaha yang dijalankan Eva menunjukkan usaha kecil dari rumah juga memiliki peluang untuk berkembang apabila ditekuni secara konsisten. Eva berharap usahanya dapat terus berkembang, memiliki pasar yang semakin luas, serta mampu meningkatkan perekonomian keluarganya.
Eva juga berharap produk keripik pisang lokal semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat. "Alhamdulilah saat ini keripik yang saya jual ada penawaran dari minimarket sekitar sini dan tidak cuma pisang tapi juga saya juga menjual keripik tempe dan singkong," ucapnya.
Kisah Eva menjadi contoh suatu kreativitas dalam mengolah bahan pangan sederhana dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan sekaligus membuka kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....