Dari Perbaungan ke Medan,Pedagang Nangka Andalkan Untung Dari Setiap Tusuk

  • 24 Agt 2026 20:00 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID,Medan-Seorang penjual nangka keliling Ita asal Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, rela menempuh perjalanan hingga ke Kota Medan untuk menjajakan dagangannya. Dengan membawa nangka yang diperoleh dari tauke atau pengusaha nangka, ia berkeliling mencari pembeli dari satu tempat ke tempat lainnya.

Usaha berjualan nangka ini dijalani sebagai salah satu cara untuk mendapatkan penghasilan bagi keluarga. Meski harus menempuh perjalanan dari Perbaungan menuju Medan, pedagang tersebut tetap menjalani aktivitasnya karena melihat adanya peluang pasar yang cukup menjanjikan.

"Saya sudah sepuluh tahun berdagang nangka tusuk keliling, pagi hari saya sudah berangkat ke Medan dengan kereta api , pulang ke Perbaungan jam 3 sore, untungnya alhamdulillah saya pergunakan untuk kebutuhan sehari - hari ",ujar Ita pada Senin, 24 Agustus 2026.

Sebelum berangkat berjualan, nangka diperoleh dari tauke atau pengusaha nangka dengan harga sekitar Rp3.000 per tusuk. Sesampainya di Medan, nangka tersebut dijual kembali kepada masyarakat dengan harga Rp5.000 per tusuk. Selisih harga tersebut menjadi keuntungan kotor yang diperoleh pedagang dari setiap tusuk nangka yang berhasil terjual.

Dalam sehari, jumlah nangka yang dibawa untuk dijual menyesuaikan dengan kemampuan membawa dagangan dan kondisi pasar. Jika pembeli ramai, dagangan dapat lebih cepat habis. Namun, ketika kondisi pasar sepi, pedagang harus lebih lama berkeliling untuk mencari pembeli.

Menurut Ita berjualan keliling membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Selain harus menempuh perjalanan cukup jauh, ia juga harus memastikan nangka yang dibawa masih dalam kondisi baik sehingga menarik minat pembeli.

Harga Rp5.000 per tusuk dinilai cukup terjangkau bagi masyarakat. Karena itu, nangka menjadi salah satu pilihan buah yang mudah dipasarkan, terutama kepada masyarakat yang ingin membeli dalam jumlah sedikit tanpa harus membeli satu buah nangka secara utuh.

" Saya biasa menghabiskan nangka setiap harinya 100 porsi dengan harga lima ribu rupiah per tusuknya", tambahnya.

Baginya perjalanan dari Perbaungan ke Medan bukan sekadar aktivitas mencari pembeli, tetapi juga bagian dari perjuangan untuk mempertahankan penghasilan. Dengan modal yang relatif sederhana, ia berusaha memanfaatkan peluang dari hasil perkebunan yang tersedia di daerahnya.

Usaha tersebut sekaligus menjadi gambaran kehidupan pelaku usaha kecil yang mengandalkan hasil penjualan harian. Keuntungan dari setiap tusuk memang tidak terlalu besar, namun jika jumlah yang terjual cukup banyak, selisih harga tersebut dapat menjadi sumber pendapatan yang berarti.

Perjalanan dari Perbaungan hingga Medan menjadi bukti bahwa jarak bukan menjadi penghalang bagi pedagang kecil untuk mencari pasar. Selama masih ada permintaan dari masyarakat, peluang usaha tetap terbuka.

Bagi pedagang nangka keliling ini, yang terpenting adalah terus berusaha, menjaga kualitas dagangan, serta memberikan harga yang terjangkau bagi pembeli. Dari nangka yang dibeli sekitar Rp3.000 per tusuk dari tauke dan dijual kembali Rp5.000 per tusuk, ia berharap usaha sederhana tersebut dapat terus berjalan dan memberikan penghasilan bagi keluarganya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....