Peran Pinjaman untuk Penguatan Bisnis Mikro di Sumut

  • 04 Agt 2026 13:14 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Dialog Interaktif Aspirasi Sumut di Programa 1 LPP RRI Medan FM 94,3 MHz. Selasa ( 4/8/2026 ) pagi, mengupas tuntas salah satu pilar utama perekonomian daerah, yaitu dalam tajuk "Peran Pinjaman Untuk Penguatan Bisnis Mikro". Diskusi interaktif ini menghadirkan dua pakar yang membedah akses modal dan literasi keuangan usaha mikro dari sudut pandang ekonomi syariah serta analisis pemberdayaan UMKM, yaitu Dr. Hastuti Olivia, S.E., M.Ak. (Bid. Pemberdayaan Perempuan Ekonomi Syariah Sumut) dan Muhammad Bangun Siregar, S.E., M.Si. (Pengamat Ekonomi & UMKM). Fokus utama dialog ini adalah mengulas bagaimana akses pinjaman atau pembiayaan modal usaha yang tepat dapat menjadi stimulus bagi pertumbuhan skala bisnis mikro, sekaligus membedah tantangan berupa pengelolaan risiko, pengelolaan utang produktif, serta pemanfaatan skema keuangan syariah yang adil.

Dari perspektif inklusi keuangan syariah dan pemberdayaan perempuan pelaku usaha, Dr. Hastuti Olivia, S.E., M.Ak. memaparkan pentingnya pembiayaan berbasis prinsip syariah (seperti akad murabahah atau mudharabah) sebagai alternatif modal yang aman, transparan, dan berkeadilan bagi pelaku bisnis mikro, khususnya para perempuan pengusaha (women entrepreneurs). Sebagai ahli akuntansi dan ekonomi syariah, ia menekankan bahwa suntikan modal usaha tidak boleh sekadar diberikan tanpa pembekalan akuntansi sederhana dan pemisahan antara keuangan rumah tangga dan keuangan bisnis. Ia mendorong lembaga keuangan syariah untuk mempermudah akses pembiayaan mikro sekaligus memberikan pendampingan manajemen keuangan agar modal yang dipinjam benar-benar dialokasikan untuk kegiatan produktif yang mampu meningkatkan pendapatan usaha secara berkelanjutan.

Sementara itu, dari sudut pandang analisis ekonomi makro dan pengembangan kapasitas UMKM, Muhammad Bangun Siregar, S.E., M.Si. memberikan pandangan kritis mengenai syarat kelayakan (bankability) dan ketahanan bisnis mikro saat mengajukan pinjaman modal. Sebagai pengamat ekonomi, ia menjelaskan bahwa tantangan utama sektor mikro bukan hanya terletak pada sulitnya mendapatkan modal, melainkan pada tingkat literasi keuangan dan perencanaan bisnis yang masih rendah. Ia mengimbau para pelaku usaha mikro untuk tidak terjebak dalam pinjaman konsumtif atau jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal yang menetapkan bunga mencekik. Kerjasama yang kuat antara pemerintah daerah, perbankan/LKM, dan lembaga pendampingan sangat diperlukan untuk membina UMKM agar memiliki pencatatan usaha yang rapi dan rencana ekspansi yang terukur sebelum mengambil keputusan pembiayaan.

Diakhir dialog narasumber menegaskan bahwa pemberian akses pinjaman modal merupakan sarana krusial untuk mengeskalasi kelas bisnis mikro di Sumatera Utara agar mampu tumbuh lebih tangguh dan mandiri. Edukasi tata kelola keuangan syariah dan pemberdayaan yang disampaikan oleh Dr. Hastuti Olivia berjalan selaras dengan analisis literasi bisnis dan ketahanan modal dari Muhammad Bangun Siregar. Dengan ketersediaan pembiayaan yang mudah dan akuntabel, pendampingan manajemen yang berkesinambungan, serta kesadaran pelaku usaha untuk memanfaatkan modal secara produktif, diharapkan sektor UMKM mikro dapat menjadi tulang punggung perekonomian Sumatera Utara yang inklusif dan berdaya saing tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....