Pengabdian Dosen USU Kembangkan Inovasi Olahan Ikan di Lopian

  • 01 Agt 2026 01:04 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan- Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Sumatera Utara (USU) mendorong penguatan ekonomi kreatif masyarakat pesisir melalui inovasi pengolahan hasil perikanan dan pemanfaatan limbah ikan di Kelurahan Lopian, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada 30–31 Juli 2026.

Kegiatan bertajuk "Inovasi Pengolahan Produk Perikanan dan Biokonversi Limbah Ikan untuk Mendorong Ekonomi Kreatif Kelurahan Lopian, Kabupaten Tapanuli Tengah" ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Mitigasi Bencana yang melibatkan dosen dan mahasiswa USU.

Program tersebut diketuai oleh Vindy Rilani Manurung, S.Pi., M.P., bersama tim yang terdiri atas Atmadinata Aviantara, S.Pi., M.Tr.Pi., Dr. Ahmad Muhtadi, S.Pi., M.Si., Amanatul Fadhilah, S.Pi., M.Si., dari Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, serta Muhammad Amran, S.Pt., M.Pt., dari Program Studi Peternakan. Kegiatan juga melibatkan enam mahasiswa sebagai implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.

Selama dua hari pelaksanaan, masyarakat mendapatkan pelatihan dan pendampingan dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah, seperti bakso ikan dan nugget ikan. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada teknologi biokonversi limbah ikan menjadi Pupuk Cair Organik (PCO) yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Melalui program tersebut, masyarakat diajak memandang limbah hasil pengolahan ikan bukan lagi sebagai permasalahan, melainkan peluang usaha baru yang mampu mendukung penerapan konsep ekonomi sirkular. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal.

Ketua Tim PkM USU, Vindy Rilani Manurung, kepada rri.co.id pada Jumat (31/7/2026) mengatakan peningkatan kapasitas masyarakat merupakan langkah penting untuk memperkuat daya saing produk perikanan lokal.

"Melalui penerapan teknologi tepat guna dan pengembangan keterampilan kewirausahaan, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan produk yang berkualitas, memiliki nilai jual lebih tinggi, serta meningkatkan pendapatan keluarga secara berkelanjutan," ujarnya selaku dosen Fakultas Pertanian, Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Universitas Sumatera Utara.

Selain mentransfer teknologi, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sumber daya perikanan secara efisien dan berkelanjutan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan secara nyata untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah.

Program pengabdian ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Sumatera Utara dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan nilai tambah produk perikanan, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan limbah ikan menjadi produk bernilai ekonomi, serta SDG 14 tentang Ekosistem Laut melalui pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan.

Melalui sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat, inovasi yang diperkenalkan diharapkan dapat terus berkembang sehingga melahirkan berbagai produk unggulan berbasis perikanan, memperkuat ekonomi kreatif masyarakat pesisir, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

"Dari perikanan untuk kehidupan, dari inovasi untuk kesejahteraan," menjadi semangat yang diusung dalam kegiatan pengabdian tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....