Manisnya Cuan Bolu Ikan Tradisional, Kisah Nengsih Tembus Pasar Luar Kota

  • 27 Mar 2026 09:56 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Di tengah gempuran aneka camilan modern, kue tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Hal inilah yang dibuktikan oleh Nengsih, seorang ibu rumah tangga berusia 34 tahun yang sukses mengais rejeki melalui usaha kue bolu ikan tradisional miliknya.

Nengsih memulai peruntungannya di dunia kuliner sejak tahun 2024 lalu. Meski tergolong baru, keberaniannya untuk mengangkat kembali cita rasa kue jadul ternyata membuahkan hasil yang manis, terbukti dengan usahanya yang terus berkembang pesat hingga saat ini.

Usaha yang diberi nama Bolu Ikan Tradisional Fathian ini fokus pada kualitas dan harga yang sangat terjangkau. Untuk setiap satu buah kue bolu ikan, Nengsih hanya mematok harga sebesar Rp1.000, sebuah harga yang sangat bersahabat bagi semua kalangan.

Keunikan rasa dan tekstur yang konsisten membuat bolu ikan buatannya tidak hanya dikenal oleh warga sekitar. Pesanan demi pesanan mulai berdatangan dari berbagai penjuru, membuktikan bahwa produk lokal memiliki daya saing yang kuat.

Tak tanggung-tanggung, jangkauan pasar kue bolu Nengsih kini telah merambah hingga ke luar kota. Mulai dari Bandung, Aceh, hingga Pekanbaru, pelanggan setianya rela memesan dari jauh demi mencicipi kelezatan kue tradisional tersebut.

Bagi warga Deli Serdang dan sekitarnya yang ingin mencicipi langsung, Nengsih membuka gerai usahanya di Jalan Beringin Pasar 7 Tembung. Lokasi ini selalu tampak sibuk dengan aktivitas produksi yang tidak pernah sepi setiap harinya.

Operasional usaha bolu ikan ini dimulai dari pukul 10.00 pagi hingga jam 20.00 malam. Dalam rentang waktu tersebut, aroma harum panggangan kue senantiasa semerbak menghiasi kawasan Pasar 7 Tembung, mengundang banyak pembeli untuk mampir.

Produktivitas Nengsih terbilang sangat luar biasa untuk skala industri rumah tangga. Dalam sehari, ia mampu memproduksi dan menjual hingga 6.000 pcs kue bolu ikan, sebuah angka yang fantastis bagi seorang pelaku UMKM.

Tentu saja, kesuksesan ini tidak diraihnya sendirian. Di balik ribuan kue yang dihasilkan, terdapat tangan-tangan terampil dari tujuh orang pekerja yang setia membantunya setiap hari dalam mengolah adonan.

Tujuh pekerja tersebut memiliki tugas khusus, yakni memastikan adonan kue ikan tradisional Fathian teraduk dengan sempurna. Konsistensi adonan inilah yang menjadi kunci utama mengapa bolu ikan milik Nengsih tetap lembut dan diminati banyak orang.

Nengsih mengaku sangat bersyukur atas kelancaran usahanya yang bermula dari dapur rumah. Baginya, melihat karyawannya dapat bekerja dan membantu ekonomi keluarga masing-masing adalah kebahagiaan tersendiri di tengah perjuangannya membangun bisnis.

Namun, ia tidak ingin cepat berpuas diri dengan apa yang diraih sekarang. Nengsih memiliki harapan besar agar brand Bolu Ikan Tradisional Fathian dapat terus berkembang lebih luas lagi di masa depan, meskipun kompetisi di sektor UMKM semakin ketat.

"Saya berharap kue bolu ini dapat terus bertahan dan berkembang di tengah derasnya arus usaha UMKM lainnya," Ucap Nengsih dengan penuh optimisme saat ditemui di rumah produksinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....