Mengembangkan Usaha Sablon Baju dengan Sentuhan Kearifan Lokal
- 09 Mar 2026 09:09 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif, usaha sablon baju terus menunjukkan potensi yang menjanjikan. Namun, di tengah persaingan yang semakin ketat, pelaku usaha dituntut untuk menghadirkan inovasi agar produknya memiliki ciri khas dan nilai tambah. Salah satu cara yang mulai banyak dilirik adalah mengembangkan desain sablon dengan sentuhan kearifan lokal.
Kearifan lokal merupakan warisan budaya yang mencerminkan identitas suatu daerah, mulai dari motif tradisional, cerita rakyat, hingga simbol budaya. Dengan mengangkat unsur tersebut ke dalam desain sablon, pelaku usaha tidak hanya menciptakan produk yang unik, tetapi juga ikut melestarikan budaya daerah.
Beberapa pengusaha sablon mulai memanfaatkan motif-motif tradisional seperti ornamen etnik, aksara daerah, hingga ilustrasi yang terinspirasi dari kehidupan masyarakat lokal. Motif ini kemudian dikemas dalam desain modern sehingga tetap menarik bagi generasi muda. Hasilnya, produk sablon tidak hanya berfungsi sebagai pakaian, tetapi juga sebagai media promosi budaya.
" Sejak tahun 2016 saya mulai usaha ini ,bermula karena waktu itu saya kesulitan mencari baju untuk anak saya yang bertema budaya. Kebanyakan justru yang bertema tokoh atau kartun lalu saya berfikir membuat baju tentang budaya supaya orang lain tidak kesulitan seprti saya saat memerlukan baju yang bertema budaya,motifnya sendiri beragama ada rumah adat dari 8 etnis di Sumatera Utara, dan beberapa kata yang sering digunakan oleh orang medan",ujar Rahmadhani Muharni,SE,MM Owner Andasya T Shirt melalui sambungan telepn Programa 4 RRI Medan dalm Program Etalase 884 pada Sabtu ( 07/03/2026 ).
Selain meningkatkan nilai estetika, pendekatan ini juga membuka peluang pasar yang lebih luas, terutama bagi wisatawan dan komunitas pecinta budaya. Kaos dengan desain khas daerah sering dijadikan oleh-oleh atau simbol kebanggaan terhadap identitas lokal.
Pelaku usaha juga dapat bekerja sama dengan seniman lokal untuk menciptakan desain yang autentik. Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas desain, tetapi juga memberikan ruang bagi para kreator daerah untuk ikut berkembang dalam industri kreatif." Dititipkan ke penjual yang ada di Istana Maimun dan kisaran harga terendah dan termahal ada.Harga tergantung ukuran, dewasa 50 ribu -120 ribu, anak-anak 25ribu - 24 ribu dan ini bisa menjadi oleh - oleh dari Medan dan saya juga mempromosikannya melalui media sosial salah satunya instagram melalui akun andasya.t",ucapnya.
Dengan memadukan kreativitas dan kearifan lokal, usaha sablon baju memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih kuat di pasar. Produk yang dihasilkan tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga membawa pesan budaya yang memperkaya identitas bangsa.
Ke depan, diharapkan semakin banyak pelaku usaha yang berani mengeksplorasi potensi budaya daerah dalam produk kreatifnya. Dengan demikian, usaha sablon tidak hanya menjadi bisnis yang menguntungkan, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal di tengah arus globalisasi.