Pendampingan dan Literasi Keuangan, Kunci UMKM Naik Kelas
- 14 Feb 2026 10:42 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Ketua UKM Center Sumatra Utara (Sumut), Deni Faisal Mirza menilai permodalan bukan satu-satunya faktor yang menentukan peningkatan produktivitas usaha mikro kecil menengah. Deni menyebut tanpa pendampingan dan literasi keuangan, UMK dinilai sulit naik kelas meskipun mendapatkan pinjaman.
“Usaha mikro kecil menengah akan meningkat produktivitasnya apabila permodalan dapat diterima dengan mudah. Ada pendidikan literasi keuangan, serta UMKM itu perlu pendampingan,” ujar Deni, Jumat 13 Februari 2026.
Ia menjelaskan, lemahnya pendampingan membuat pelaku UMK, harus belajar dan bertahan sendiri dalam mengelola usaha. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan usaha stagnan atau bahkan gagal.
“Tanpa pendampingan, sulit UMKM naik kelas. Mikro kecil belajar sendiri, usaha sendiri. Kalau berhasil, berhasil sendiri, kalau tumbang, tumbang sendiri,” kata Deni.
Ia menilai saat ini pendampingan UMKM masih sangat terbatas dan tidak berkelanjutan. Program pemerintah kerap bersifat musiman dan berhenti setelah kegiatan seremonial seperti bazar atau pameran.
“Ketika bazar selesai, selesai. Tidak ada pendampingan lanjutan bagaimana UMKM itu dimediasikan ke perbankan atau dibantu mengelola usahanya,” ucap Deni.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk membentuk tim pendamping UMKM yang bekerja secara berkelanjutan, melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi.
“Pemerintah harus menjadi mediator. Perguruan tinggi punya tenaga ahli, tapi tidak punya kewenangan langsung ke masyarakat, semua pihak harus disinergikan," kata Deni.
Deni menegaskan, tanpa keterpaduan antara pemerintah, perbankan, BUMN, perguruan tinggi, dan organisasi UMKM, upaya meningkatkan produktivitas UMK akan terus berjalan sendiri-sendiri.
“Pendampingan itu mutlak. Pendampingan, lliterasi keuangan, dan terutama permodalan ketiganya harus sejalan,” ucap Deni.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....