Menkomdigi Dorong Pelaku UMKM untuk Beradaptasi dengan Digitalisasi

  • 08 Nov 2025 22:56 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan: Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, mengajak kaum ibu, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk mulai beradaptasi dengan dunia digital. Ajakan ini disampaikan Meutya, saat menghadiri acara Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang digelar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Convention Hall Deli Serdang, Jalan Negara, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, pada Sabtu (8/11/2025).

Meutya menyampaikan, langkah ini dilakukan, agar para pelaku usaha dapat memanfaatkan teknologi digital secara lebih luas dalam memasarkan produk mereka. Ia mengatakan, digitalisasi menjadi langkah penting agar UMKM dapat berkembang dan bersaing di era modern.

“Untuk Medan dan Deli Serdang saja hampir satu juta ibu-ibu yang kita harapkan dapat grow digital, karena UMKM ke depan memang harus dengan perilaku yang berubah. Sekarang masyarakat banyak yang melakukan pembelian melalui online,” ujarnya.

Selain bekerja sama dengan PT PNM, Meutya mengatakan, Kemkomdigi juga akan memberikan pelatihan dan pendampingan, agar para pelaku UMKM, khususnya para ibu, dapat meningkatkan kemampuan digitalnya. Ia berharap para pelaku usaha tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas dengan menjangkau pasar yang lebih luas secara daring.

Meutya menegaskan, transformasi digital UMKM akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam bertransaksi secara online dan menjauhi pinjaman ilegal.

Sementara itu, Direktur Operasional PT PNM, Sunar Basuki, dalam sambutannya menyampaikan, melalui PKU Akbar, memilih tema, “Digital Kuat, Ekonomi Meningkat, Ibu-Ibu Mekaar Pahlawan Keluarga Sehat”, pihaknya berharap semakin banyak pelaku UMKM yang berkembang.

“UMKM menjadi kekuatan utama membangun negeri. Dengan penguasaan digitalisasi, kaum ibu dapat memasarkan karyanya, bukan hanya secara lokal, tetapi juga nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sunar mengatakan, UMKM memiliki peluang besar untuk berkembang melalui pemanfaatan teknologi. Kegiatan ini dirancang untuk mendukung UMKM, agar dapat memasuki dunia digital, meningkatkan visibilitas, serta memperkuat daya saing.

Sunar menyampaikan, saat ini, jumlah nasabah Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM), tercatat sebanyak 62.242 orang, sedangkan nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) mencapai 15.791.598 orang, dan jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat hingga akhir tahun 2025.

(Mutiara Lubis)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....