Pecal Tradisional Tetap Jadi Andalan Warga Medan
- 26 Apr 2025 10:31 WIB
- Medan
KBRN, Medan : Sumiati (56), pedagang pecal keliling di kawasan Padang Bulan, Medan, telah berjualan selama lebih dari 20 tahun dengan mengayuh sepeda tuanya setiap sore mulai pukul 3 hingga 7 malam. Sumiati berjualan dari pukul 15.00 WIB hingga Pukul 19.00 WIB setiap harinya.
Menu yang dijual Ibu Sumiati terdiri dari pecal, mie hun, mie kuning serta berbagai kue basah tradisional seperti kue lapis dan dadar gulung. Ia berkeliling dari satu gang ke gang lain untuk menjajakan dagangannya secara langsung kepada warga.
Dalam sehari, pendapatan kotor yang diperoleh berkisar Rp300.000. Namun, setelah dikurangi biaya operasional dan bahan baku, pendapatan bersih yang ia bawa pulang sekitar Rp70.000.
“Sudah biasa keliling, dari dulu memang begini. Asal dagangan habis, saya sudah bersyukur,” ujar Ibu Sumiati saat ditemui di kawasan Padang Bulan, Sabtu (26/4/2025).
Meski telah berjualan selama dua dekade, Ibu Sumiati masih setia dengan sepeda tuanya yang telah dimodifikasi untuk membawa dagangan. Keberadaannya kini menjadi bagian dari keseharian warga Padang Bulan, yang sudah akrab dengan makanan buatan tangannya.
Salah satu pelanggannya, Ale, tampak membeli dagangan Ibu Sumiati untuk dibawa pulang ke rumah.
“Saya udah langganan lama. Istri saya suka banget pecalnya Bu Sumiati. Bumbunya khas dan rasanya konsisten dari dulu," ujar perbincangan kepada RRI Medan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....