Investor Pasar Modal Sumut Capai 1,49 Juta

  • 15 Sep 2026 10:17 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Minat masyarakat terhadap pasar modal terus meningkat, meski perdagangan saham Indonesia mengalami volatilitas cukup tinggi sepanjang 2026. Jumlah investor Sumatera Utara (Sumut) hingga Juli 2026 mencapai 1.493.064 Single Investor Identification (SID).

Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sumut, M. Pintor Nasution mengatakan, kondisi pasar dipengaruhi sentimen global dan domestik. Hal itu disampaikannya dalam pemaparan perkembangan pasar modal di Medan, Kamis, 10 September 2026.

Menurut Pintor, konflik geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu sentimen utama yang memengaruhi pergerakan pasar saham Indonesia. Selain itu, perubahan suku bunga, nilai tukar, harga minyak, dan kebijakan global turut menjadi perhatian investor.

"Isu kedua adalah risiko inovasi. Seperti yang kita ketahui, pada tahun 2026 kepemimpinan The Fed sudah berganti," ujar Pintor.

Ia mengatakan, perubahan kepemimpinan tersebut belum banyak mengubah kondisi pasar global maupun domestik hingga saat ini.

Gejolak pasar turut dipengaruhi penutupan Selat Hormuz dan kenaikan harga minyak mentah dunia yang meningkatkan kekhawatiran investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan sempat turun dari level 9.000 hingga berada di bawah level 4.900.

Meski demikian, IHSG BEI tercatat menguat 4,64 persen dan ditutup pada level 6.525,48 hingga akhir Agustus 2026. Pintor mengatakan pelemahan IHSG lebih banyak dipengaruhi sentimen eksternal dibandingkan memburuknya fundamental perusahaan tercatat.

"Investor yang melakukan aksi jual karena panik atau panic selling pada masa tersebut dinilai mengalami kerugian," kata Pintor.

Ia mengingatkan investor agar mempertimbangkan kondisi fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.

Di tengah volatilitas tersebut, aktivitas perdagangan di BEI tetap menunjukkan pertumbuhan hingga akhir Agustus 2026. Nilai transaksi meningkat 20,1 persen, sedangkan frekuensi transaksi tercatat tumbuh sebesar 39,6 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Secara nasional, jumlah investor meningkat dari sekitar 20 juta pada 2025 menjadi 31.137.000 investor hingga Agustus 2026. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam aktivitas investasi di pasar modal Indonesia. "Pada 2012, jumlah investor di Sumut baru mencapai 15 ribu yang tersebar di 33 kabupaten/kota. Saat ini, alhamdulillah, jumlah investor di Sumut telah melebihi 1 juta," ucap Pintor.

Dari sisi perusahaan tercatat, jumlah emiten asal Sumut meningkat dari tiga perusahaan menjadi 12 emiten. Sumut juga menjadi daerah luar Pulau Jawa dengan nilai transaksi, jumlah emiten, dan jumlah investor yang relatif tinggi.

Investor Sumut didominasi laki-laki sebesar 63,84 persen, sedangkan perempuan mencapai 35,38 persen berdasarkan data hingga Juli 2026. Kelompok usia 18 hingga 25 tahun menjadi investor terbesar dengan porsi mencapai 33,68 persen.

BEI menargetkan jumlah investor pasar modal nasional mencapai 100 juta orang dalam lima tahun mendatang melalui perluasan edukasi dan akses investasi. Sumut kini memiliki 22 kantor cabang sekuritas dan 28 Galeri Investasi, dengan delapan lokasi baru masih memproses legalitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....