Destry Damayanti Calon Tunggal Gubernur BI, Rupiah Menguat Tajam ke Level 17.750

  • 11 Agt 2026 09:17 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin, menilai penguatan nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin,10 Agustus 2026, tidak terlepas dari pencalonan tunggal Destry Damayanti sebagai suksesor Gubernur Bank Indonesia. Penguatan rupiah di tengah pelemahan IHSG menunjukkan pasar memberikan respons positif terhadap pencalonan tersebut.

Gunawan mengatakan rupiah bergerak konsisten menguat selama sesi perdagangan. Rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat, sebelum akhirnya ditutup menguat di level Rp17.750 per dolar AS.

"Penguatan rupiah tidak terlepas dari pencalonan tunggal Destry Damayanti sebagai suksesi Gubernur Bank Indonesia. Penguatan rupiah bisa menjadi indikasi kuat bahwa pasar menerima pencalonan Gubernur BI saat ini," ujar Gunawan.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru ditutup melemah 0,69 persen ke level 6.365,374. Selama sesi perdagangan berlangsung, IHSG bergerak dalam rentang 6.362 hingga 6.462 dan mulai masuk ke zona merah menjelang berakhirnya sesi perdagangan pertama.

Menurut Gunawan, pergerakan rupiah dan IHSG yang berlawanan menunjukkan bahwa sentimen terhadap pencalonan Gubernur BI lebih terlihat pada pasar valuta asing dibandingkan pasar saham.

Ia menilai pencalonan Destry Damayanti juga memberikan gambaran awal mengenai arah kebijakan moneter Bank Indonesia ke depan. Hal yang menjadi perhatian utama pasar adalah terjaganya independensi Bank Indonesia serta kemampuan kebijakan moneter menjaga stabilitas rupiah.

"Arah kebijakan moneter BI ke depan tentunya sudah tergambar. Yang paling penting, independensi BI tetap terjaga dan tidak memicu respons negatif pasar," katanya.

Gunawan menambahkan, sentimen dari pencalonan Gubernur BI turut meredam dampak negatif dari meningkatnya tensi geopolitik. Kondisi tersebut tercermin dari harga minyak mentah jenis Brent yang masih berada di kisaran 84 dolar AS per barel.

Kenaikan harga minyak mentah sebelumnya dikhawatirkan kembali meningkatkan tekanan inflasi dan memunculkan spekulasi mengenai kebijakan suku bunga global. Namun, penguatan rupiah menunjukkan pasar masih merespons positif perkembangan domestik tersebut. Di sisi lain, harga emas dunia bergerak relatif stabil di kisaran 4.339 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,48 juta per gram.

Gunawan menjelaskan, harga emas masih mampu bertahan meskipun sentimen pasar memburuk dan harga minyak mentah mengalami kenaikan. Secara umum, kenaikan harga minyak dapat menekan emas karena meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memunculkan spekulasi kenaikan suku bunga.

"Biasanya harga emas kerap langsung terkoreksi saat terjadi lonjakan harga minyak mentah. Ketika minyak mentah naik, muncul spekulasi kenaikan bunga acuan yang bisa membuat dolar AS menjadi lebih menarik dibandingkan emas," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....