Kebijakan Tarif AS Picu Pelemahan Pasar Keuangan

  • 24 Jul 2026 20:02 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan kebijakan Amerika Serikat (AS) yang kembali memberlakukan tarif impor dalam kisaran 10 hingga 12,5 persen terhadap 60 mitra dagangnya mendapat respons negatif dari pasar keuangan global. Mayoritas bursa saham di Asia ditransaksikan melemah pada perdagangan Jumat pagi, 24 Juli 2026.

"Kebijakan tersebut secara efektif akan menggantikan tarif global sebesar 10 persen yang diterapkan Presiden AS Donald Trump. Bursa saham global merespons negatif rencana AS, dan mayoritas bursa saham di Asia ditransaksikan melemah pada perdagangan hari ini," kata Gunawan.

Menurut Gunawan, pada sesi pembukaan perdagangan IHSG langsung melemah ke level 6.266, sementara nilai tukar rupiah kembali tertekan ke level Rp17.970 per dolar AS.

"Rupiah sangat berpeluang kembali ditransaksikan melemah hingga mendekati level Rp18.000 per dolar AS selama perdagangan berlangsung. Sejumlah sentimen negatif eksternal menjadi pemicu utama koreksi yang terjadi pada IHSG maupun rupiah," ujarnya.

Gunawan menambahkan, indeks dolar AS (US Dollar Index) kembali menguat ke level 101,39. Kondisi tersebut menunjukkan mata uang dolar AS masih berada dalam tren penguatan menjelang akhir pekan.

Di sisi lain, harga minyak mentah Brent yang telah menyentuh US$100 per barel juga dinilai memberi tekanan terhadap pasar keuangan domestik.

"Pasar keuangan tanah air diproyeksikan memburuk seiring kenaikan harga minyak mentah yang menyentuh US$100 per barel untuk jenis Brent. Kenaikan harga minyak mentah akan memperburuk kinerja IHSG dan rupiah," katanya.

Gunawan menilai pasar keuangan nasional akan sulit keluar dari tekanan di tengah memburuknya eskalasi konflik di Timur Tengah, terlebih dengan kembali terjadinya blokade Selat Hormuz oleh pihak-pihak yang bertikai.

"Ekspektasi kenaikan inflasi dan suku bunga acuan kembali mencuat. Tidak hanya IHSG dan rupiah yang terpuruk, harga emas dunia pada perdagangan hari ini juga mengalami tekanan," ujarnya.

Gunawan menyebut harga emas dunia saat ini berada di kisaran US$4.045 per troy ons, atau setara sekitar Rp2,35 juta per gram.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....