OJK: Status MSCI Jadi Momentum Perkuat Reformasi Pasar Modal
- 30 Jun 2026 21:56 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan hasil klasifikasi pasar dari MSCI sejalan dengan penilaian lembaga indeks global lainnya. Sebelumnya, FTSE Russell juga mempertahankan posisi Indonesia di kelompok Secondary Emerging Markets.
Hasan menjelaskan FTSE Russell tidak memasukkan Indonesia ke dalam Watch List untuk peninjauan lanjutan. Menurutnya, hasil tersebut memperkuat kepercayaan terhadap reformasi pasar modal yang sedang dijalankan.
"Pada April 2026, FTSE Russell sudah menempatkan Indonesia tetap berada di kelompok Secondary Emerging Markets, setara dengan beberapa pasar utama seperti Tiongkok dan India. Indonesia juga tidak masuk Watch List untuk peninjauan lebih lanjut oleh FTSE Russell," kata Hasan, Rabu 24 Juni 2026.
Hasan mengatakan dipertahankannya status Emerging Markets oleh MSCI menunjukkan reformasi pasar modal Indonesia berada di jalur yang tepat. Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kredibilitas dan integritas pasar modal nasional.
Hasan menegaskan status Emerging Markets bukan menjadi tujuan akhir. OJK bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) akan terus mempercepat implementasi agenda reformasi pasar modal dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
Langkah tersebut juga dilakukan untuk menindaklanjuti berbagai masukan dari investor dan lembaga indeks global. Tujuannya memperkuat kredibilitas, integritas, dan daya saing pasar modal Indonesia.
Hasan optimistis prospek pasar modal Indonesia tetap menarik bagi investor domestik maupun global. Kondisi itu didukung fundamental ekonomi yang terjaga, pertumbuhan investor, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja emiten yang positif.
"Kami meyakini pasar modal Indonesia masih sangat prospektif dan menarik, baik bagi investor domestik maupun global. Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian domestik yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih sangat positif," ucap Hasan.
OJK juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, Komisi XI DPR RI, SRO, pelaku industri, investor, dan seluruh pemangku kepentingan. OJK menilai capaian tersebut merupakan hasil sinergi bersama dalam membangun pasar modal Indonesia yang semakin transparan, berintegritas, dan berdaya saing global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....