Rupiah Menguat Tajam usai BI Naikkan Suku Bunga, IHSG Tetap Tertekan
- 20 Mei 2026 23:32 WIB
- Medan
RRI.COMID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan pergerakan pasar keuangan domestik pada perdagangan hari ini berlangsung sangat volatil. IHSG sempat menguat sebelum pidato Presiden RI, namun kembali berbalik melemah hingga akhirnya ditutup di zona merah.
“IHSG sempat menyentuh level 6.459 sebelum akhirnya turun dan bahkan sempat berada di level terendah 6.215 selama sesi perdagangan berlangsung,” ujar Gunawan, Rabu 20 Mei 2026.
Sementara pada penutupan perdagangan, IHSG tercatat melemah 0,82 persen ke level 6.318,5. Menurutnya, pelemahan IHSG sejalan dengan tekanan yang terjadi pada mayoritas bursa saham di kawasan Asia.
Namun di sisi lain, mata uang rupiah justru mampu berbalik menguat setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin. Rupiah menguat ke level 17.600 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat terpuruk hingga 17.740 per dolar AS.
Ia menilai penguatan rupiah terjadi sebagai respons pasar terhadap langkah pengetatan kebijakan moneter oleh Bank Indonesia. Gunawan menjelaskan kenaikan suku bunga acuan justru menjadi sentimen negatif bagi pasar saham. Hal tersebut karena kenaikan bunga berpotensi meningkatkan biaya yang harus ditanggung oleh emiten.
Sementara itu, harga emas dunia pada perdagangan hari ini tercatat melemah di kisaran 4.477 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,54 juta per gram. Tekanan terhadap emas terjadi di tengah kenaikan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun yang naik hingga sekitar 4,643 persen.
Meski demikian, Gunawan menilai secara teknikal harga emas masih berpeluang mengalami rebound dalam jangka pendek. Ia memperkirakan harga emas berpotensi kembali bergerak naik dan diperdagangkan di atas level 4.500 dolar AS per ons troy.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....