IHSG Terpuruk Cukup Dalam, Rupiah Tertahan di Zona Merah

  • 19 Mei 2026 19:52 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin menilai tekanan pasar keuangan masih berlanjut. Hal ini terjadi di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap inflasi global dan potensi kenaikan suku bunga acuan.

“IHSG setelah sempat menguat di sesi perdagangan pagi, justru berbalik arah dan ditutup melemah 3,46 persen di level 6.370,679,” ujar Gunawan, Selasa, 19 Mei 2026.

Menurut Gunawan, IHSG sempat bergerak di zona hijau dan menyentuh level tertinggi 6.635. Namun tekanan jual yang meningkat membuat IHSG sempat jatuh hingga level terendah 6.323 sebelum akhirnya ditutup di zona merah.

Ia menyebut terdapat 612 saham yang mengalami pelemahan, 112 saham menguat dan 94 saham ditutup stabil pada perdagangan hari ini.

“Sejumlah emiten besar yang mengalami keterpurukan di antaranya BUMI, BBCA, ANTM, BRPT, DEWA, AMMN hingga ADRO,” ucapnya.

Selain IHSG, nilai tukar rupiah juga masih mengalami tekanan dan ditutup melemah di level 17.695 per dolar AS.

Selama sesi perdagangan berlangsung, Rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp17.730 per dolar AS, sebelum akhirnya mengurangi pelemahannya di penutupan pasar.

Gunawan mengatakan tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi kenaikan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun yang bertahan di kisaran 4,5 persen.

“Pelaku pasar melihat ancaman inflasi masih menghantui. Sehingga suku bunga acuan berpeluang naik dan mendorong kenaikan yield obligasi,” kata Gunawan.

Sementara itu, harga emas dunia bergerak relatif stabil di kisaran 4.553 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,6 juta per gram. Menurut Gunawan, harga emas belum banyak berubah pada sesi perdagangan Asia, karena pelaku pasar masih mencermati perkembangan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

“Pasar sejauh ini masih relatif tenang seiring sikap AS yang menunda serangan ke Iran. Meskipun peluang eskalasi kembali masih tetap terbuka,” ujar Gunawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....