Harga Pangan Stabil di Tengah Ancaman Kenaikan HPP

  • 19 Mei 2026 19:46 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai harga sejumlah komoditas pangan pada pekan ketiga Mei 2026 masih bergerak stabil. Namun di balik kondisi tersebut, pemerintah diminta mewaspadai potensi lonjakan harga akibat kenaikan harga pokok produksi (HPP).

Menurut Gunawan, stabilnya harga pangan saat ini sebagian besar dipengaruhi oleh melimpahnya pasokan di pasar.

“Harga daging ayam yang sebelumnya sempat bertahan di atas Rp40 ribu per kilogram, saat ini turun karena pasokan yang cukup besar dan membanjiri pasar tradisional,” ujar Gunawan, Selasa, 19 Mei 2026.

Ia menjelaskan harga daging ayam saat ini bertahan di kisaran Rp35.050 per kilogram berdasarkan pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Kota Medan. Meski demikian, biaya produksi peternak justru mengalami kenaikan.

“Harga pakan dalam sebulan terakhir naik lebih dari Rp300 per kilogram,” ucapnya.

Selain daging ayam, harga daging sapi juga masih bergerak stabil di kisaran Rp142.500 hingga Rp150 ribu per kilogram. Namun menurut Gunawan, sejumlah pedagang saat ini mulai menanggung kerugian karena tidak berani menaikkan harga jual di tengah daya beli masyarakat yang masih terbatas.

Sementara itu, harga telur ayam mengalami penurunan dalam rentang Rp1.600 hingga Rp2.100 per butir akibat meningkatnya produksi dan pasokan di pasar.

Untuk komoditas hortikultura, harga cabai merah rata-rata dijual Rp31.500 per kilogram dan cabai rawit Rp35.300 per kilogram. Sedangkan minyak goreng curah diperdagangkan di kisaran Rp20.400 per kilogram.

Adapun harga beras medium yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan kini bergerak stabil di kisaran Rp14.850 hingga Rp15.050 per kilogram, berdasarkan data PIHPS Medan. Gunawan mengatakan kestabilan harga pangan saat ini perlu dicermati lebih dalam karena terjadi di tengah kenaikan sejumlah komponen biaya produksi.

“Sebagian pedagang masih menahan harga. Sementara sebagian lainnya mulai mengurangi kuantitas barang atau shrinkflation,” katanya.

Ia menilai fenomena tersebut mulai terlihat pada sejumlah produk kebutuhan harian yang menggunakan kemasan plastik. Gunawan memperkirakan dampak kenaikan harga pupuk dan plastik yang terjadi sejak Maret 2026 akan mulai terasa terhadap harga pangan pada Juni hingga Juli mendatang.

“Inflasi akibat kenaikan harga plastik mulai merembet ke sejumlah kebutuhan lainnya,” ujar Gunawan.

Menurutnya, jika harga di tingkat konsumen nantinya masih berada di bawah harga keekonomian, maka potensi lonjakan harga pangan tetap berpeluang terjadi pada bulan-bulan berikutnya.

Meski demikian, Gunawan memperkirakan harga cabai merah di Sumatera Utara masih berpotensi stabil di bawah Rp40 ribu per kilogram hingga Juni mendatang, karena ditopang pasokan yang cukup besar.

Namun ia mengingatkan risiko kenaikan harga tetap terbuka apabila daerah pemasok di luar Sumatera Utara mengalami gangguan produksi akibat cuaca ekstrem seperti El Nino.

“Jika wilayah lain mengalami gangguan produksi cabai, maka potensi lonjakan harga tetap sangat terbuka,” kata Gunawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....