IHSG Terkoreksi jelang Publikasi MSCI, Rupiah Melemah Ditengah Perang Memburuk
- 11 Mei 2026 09:52 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai pelaku pasar masih bergerak hati-hati di tengah tekanan geopolitik global dan sejumlah agenda ekonomi penting dalam sepekan ke depan.
Mayoritas bursa saham Asia bergerak mixed dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026. Namun IHSG justru dibuka melemah di level 6.959 pada awal pekan.
Di sisi lain, nilai tukar Rupiah kembali tertekan ke level 17.370 per dolar AS atau mendekati area psikologis 17.400 per dolar AS.
“Pelemahan Rupiah masih dipengaruhi kenaikan harga minyak mentah dunia dan membaiknya kinerja dolar AS di pasar global,” ujar Gunawan.
Menurutnya, perhatian pasar pekan ini akan tertuju pada keputusan pembobotan saham oleh MSCI yang dinilai dapat memengaruhi arus modal asing ke pasar keuangan domestik.
Investor disebut menanti apakah MSCI akan menambah atau justru mengurangi bobot saham Indonesia di tengah tekanan sejumlah indikator ekonomi nasional.
“Pasar mencermati banyak faktor mulai dari kontraksi manufaktur, defisit fiskal, tensi geopolitik hingga pelemahan Rupiah. Semua itu bisa menjadi pertimbangan penting bagi MSCI,”ucapnya.
Meski demikian, data pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,61 persen diharapkan mampu menjadi sentimen positif untuk menjaga kepercayaan investor.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel memperingatkan konflik belum berakhir dan Amerika Serikat menolak proposal perdamaian Iran.
Sementara itu, harga emas dunia justru bergerak melemah ke level 4.683 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,62 juta per gram.
“Walau tertekan sentimen geopolitik, harga emas masih mampu bertahan di atas level 4.500 dolar AS per ons troy karena didukung fundamental yang cukup kuat,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....