IHSG Menguat saat Rupiah Terpuruk Harga Minyak Sentuh 114 Dolar

  • 29 Apr 2026 23:01 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai pasar keuangan domestik masih menghadapi tekanan besar meski IHSG mampu ditutup di zona hijau pada akhir perdagangan, Rabu, 29 April 2026.

IHSG kembali tidak mampu bertahan stabil di area positif sepanjang sesi perdagangan. Meski dominan bergerak menguat, indeks sempat melemah hingga level 7.063 sebelum akhirnya ditutup naik 0,41 persen di posisi 7.101,226.

“Secara teknikal IHSG terus berusaha melawan tekanan setiap kali mendekati level psikologis 7.000. Ini menunjukkan masih ada perlawanan dari pelaku pasar,” ujar Gunawan.

Menurutnya, sentimen investor masih terbelah terhadap peluang perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat. Sebagian pelaku pasar menilai negosiasi damai masih mungkin terjadi, namun sebagian lain pesimis karena kedua pihak dinilai masih bertahan pada kepentingan masing-masing.

Di sisi lain, tekanan terbesar datang dari nilai tukar Rupiah. Mata uang domestik sempat melemah tajam hingga level 17.330 per dolar AS sebelum menutup perdagangan di posisi 17.275 per dolar AS.

“Pelemahan Rupiah menjadi beban utama pasar saat ini, apalagi di tengah kenaikan harga minyak mentah yang berpotensi menambah tekanan terhadap ekonomi domestik,” ucapnya.

Harga minyak mentah dunia pada sesi sore diperdagangkan naik ke level 114 dolar AS per barel. Sementara itu, harga emas dunia justru melemah ke level 4.560 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,54 juta per gram.

Gunawan menambahkan, kenaikan harga minyak memunculkan kekhawatiran pasar terhadap prospek suku bunga global yang cenderung tetap tinggi, sehingga menambah tekanan pada aset berisiko maupun mata uang negara berkembang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....