Harga Plastik Mahal, Sumut Masih Berpeluang Cetak Deflasi

  • 27 Apr 2026 20:38 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan kenaikan harga plastik belakangan ini hanya berdampak minor terhadap kenaikan harga kebutuhan masyarakat. Sejauh ini sejumlah harga kebutuhan rumah tangga yang mengalami kenaikan di antaranya, sampo, sabun cair, pewangi pakaian, hingga sabun mandi cair.

"Namun tidak semua jenis atau merek sampo mengalami kenaikan serentak. Beberapa kebutuhan sejenis masih bertahan harganya," ucap Gunawan, Senin 27 April 2026.

Sementara itu, untuk komoditas bahan pangan seperti telur ayam, bawang merah hingga minyak goreng curah, juga mengalami kenaikan secara bulanan. Namun untuk jenis komoditas lainnya seperti cabai merah justru mengalami penurunan sekitar 21 persen, bawang putih sekitar 2 persen, cabai rawit sekitar 26 persen, dan daging ayam sekitar 6.6 persen.

"Kenaikan harga plastik yang terjadi secara serentak, namun tidak diikuti dengan kenaikan harga barang yang seragam, memunculkan deviasi harga yang sangat lebar. Sumut akan mencetak laju tekanan inflasi secara bulanan sekitar 0.12 persen, seiring dengan variasi harga yang tidak beragam belakangan ini. Potensi deflasi juga tetap ada, kisarannya sekitar 0.07 persen," kata Gunawan.

Ia menyebut jika harga plastik belum sepenuhnya membuat harga kebutuhan masyarakat mengalami kenaikan, maka Sumut lebih cenderung untuk mencetak deflasi. Sebaliknya, jika pencacahan harga di lapangan banyak memasukkan harga sejumlah kebutuhan harian yang dipengaruhi harga plastik, maka peluang Sumut untuk mencetak inflasi terbuka.

"Sebaiknya pemerintah ataupun TPID tidak berpuas diri dengan capaian deflasi yang mungkin akan terealisasi di bulan ini. Saya melihat potensi kenaikan harga sejauh ini masih ditahan oleh produsen maupun pedagang. Banyak pedagang dan produsen yang menahan beban pengeluaran dari kenaikan harga plastik tersebut," ujarnya.

Menurut Gunawan, semua stakeholder sudah harus memitigasi segala bentuk kemungkinan kenaikan inflasi di bulan depan atau di bulan Juni mendatang. Karena ada kemungkinan lompatan harga yang terjadi pada semua jenis bahan baku belakangan ini.

"Lupakan sejenak prestasi gemilang yang pernah dilakukan dalam pengendalian inflasi pada bulan Maret. Saatnya kita hadapi potensi ledakan inflasi yang banyak dipengaruhi sentimen perang Iran dengan AS atau Israel, serta gangguang cuaca El Nino," ujar Gunawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....