Disiplin Finansial Berbuah Hasil, Hutama Karya Lampaui Target Laba Triwulan I 2026

  • 25 Apr 2026 22:37 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Jakarta — PT Hutama Karya (Persero) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp464 miliar pada Triwulan I 2026. Capaian ini melampaui target RKAP sebesar Rp269 miliar atau tercapai 172,49 persen, melalui disiplin pengendalian biaya dan penguatan segmen pengoperasian jalan tol di tengah dinamika pasar global yang menantang.

Evaluasi kinerja dan penyelarasan strategi dilakukan dalam Rapat Koordinasi Bulanan di Jakarta pada Selasa, 21 April 2026. Kontribusi utama laba berasal dari segmen pengoperasian jalan tol sebesar Rp333 miliar, serta anak usaha PT Hutama Karya Infrastruktur sebesar Rp167 miliar, yang meningkat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp448 miliar dan melampaui RKAP Triwulan I 2026.

Dari sisi keuangan, total aset konsolidasi tercatat Rp189,84 triliun dengan ekuitas tumbuh 2,31 persen secara tahunan menjadi Rp141,64 triliun. Sementara total utang berhasil ditekan 15,34 persen YoY, melanjutkan tren penurunan liabilitas yang konsisten.

Order book perusahaan mencapai Rp36,37 triliun dengan dominasi proyek pemerintah. Sedangkan pendapatan Triwulan I 2026 tercatat Rp4,67 triliun atau 82,11 persen dari target RKAP, dengan strategi selektivitas kontrak yang berfokus pada proyek bernilai strategis untuk menjaga kualitas pertumbuhan.

Dari sisi pembangunan, progres Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) mencapai 1.108 kilometer hingga akhir Triwulan I 2026 dengan tambahan 10,1 kilometer. Sementara ruas yang masih dalam konstruksi aktif meliputi Betung–Jambi, Rengat–Pekanbaru, dan Palembang–Betung, serta terus dioptimalkan dengan dukungan pemerintah melalui peningkatan layanan di ruas operasional.

Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menyampaikan capaian ini menunjukkan ketahanan bisnis perusahaan di tengah volatilitas harga komoditas, dinamika nilai tukar, dan potensi perlambatan ekonomi global.

"Di tengah ketidakpastian global, kami justru membuktikan bahwa infrastruktur yang dikelola dengan disiplin finansial adalah investasi yang tahan banting," ujarnya dalam keterangan yang diterima, Sabtu 25 April 2026.

Direksi menetapkan empat pilar strategis yakni penguatan pengendalian biaya, optimasi energi, pengambilan keputusan bisnis yang terukur. Hal ini untuk mencegah risiko impairment, serta peningkatan kompetensi SDM, guna memperkuat daya saing di tengah kompetisi BUMN Karya.

Hutama Karya menegaskan capaian awal tahun ini menjadi tanggung jawab untuk terus menjaga dan meningkatkan kinerja. Capaian ini juga diharapkkan dapat menjaga tata kelola perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur andal yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....