Harga Minyak Tembus $100, Rupiah Melemah Dekati Rp17.300
- 23 Apr 2026 10:37 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menyebut kenaikan harga minyak mentah dunia kembali memberi tekanan terhadap pasar keuangan global maupun domestik. Harga minyak mentah jenis Brent saat ini diperdagangkan di kisaran 103 dolar AS per barel, menembus level psikologis 100 dolar AS.
Kondisi ini membuka peluang meningkatnya tekanan inflasi. Kondisi ini sekaligus mengurangi harapan pasar terhadap penurunan suku bunga oleh bank sentral global.
“Kenaikan harga minyak mentah kembali membuka ruang bagi peningkatan tekanan inflasi, dan berpotensi mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga acuan,” ujar Gunawan, Kamis 23 April 2026.
Menurut Gunawan, kenaikan harga minyak dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi dunia. Situasi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak global.
Seiring dengan meningkatnya ketegangan tersebut, mayoritas bursa saham di Asia kembali bergerak di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menguat pada pembukaan perdagangan di level 7.564 juga berbalik melemah mengikuti sentimen global.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah turut tertekan dan diperdagangkan melemah di kisaran Rp17.280 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah juga dipicu oleh penguatan dolar AS yang tercermin dari kenaikan indeks dolar ke level 98,6.
Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga naik ke kisaran 4,3 persen. Menurut Gunawan, minimnya rilis data ekonomi penting membuat pasar keuangan domestik lebih banyak dipengaruhi dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, harga emas dunia justru mengalami koreksi dan diperdagangkan di level 4.737 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,64 juta per gram.
“Harga emas berpeluang mengalami tekanan terbatas, di tengah kenaikan harga minyak dan ketidakpastian terkait gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....