Ketegangan Timur tengah Memanas, IHSG Rawan Koreksi dan Emas Naik

  • 20 Apr 2026 15:32 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai kembali memanasnya konflik di Timur Tengah berpotensi menekan pasar keuangan global, termasuk pergerakan IHSG pada awal pekan ini.

Ketegangan meningkat setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz usai sebelumnya sempat dibuka. Situasi tersebut bahkan dilaporkan memicu serangan terhadap kapal niaga milik India. Di saat bersamaan, muncul kabar Iran membantah akan berpartisipasi dalam pembicaraan damai dengan Amerika Serikat.

“Pasar merespons negatif perkembangan geopolitik terbaru. Selama ketidakpastian masih tinggi, IHSG tetap rawan mengalami koreksi meskipun dibuka menguat,” ujar Gunawan, Senin, 20 April 2026.

Pada perdagangan pagi ini, mayoritas bursa saham Asia masih bergerak di zona hijau. IHSG juga dibuka menguat di level 7.663, meski sepanjang sesi awal sempat bergerak fluktuatif dan beberapa kali masuk zona merah.

Menurutnya, penguatan Rupiah ke kisaran 17.165 per dolar AS menjadi sentimen positif yang dapat menahan tekanan di pasar saham domestik. Selain itu, pergerakan positif bursa regional juga berpotensi menopang IHSG.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah dunia kembali naik. Minyak jenis WTI diperdagangkan di kisaran 88,5 dolar AS per barel, sementara Brent naik ke level 94,7 dolar AS per barel.

“Naiknya harga minyak dan memanasnya konflik mendorong investor masuk ke aset aman. Karena itu harga emas kembali menguat dan berpeluang tetap tinggi selama tensi belum mereda,” ucapnya.

Sementara, harga emas dunia saat ini menembus 4.800 dolar AS per ons troy, lebih tinggi dibanding akhir pekan lalu, atau setara sekitar Rp2,66 juta per gram.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....