Strategi Creative Finance Rico Waas Bawa Medan ke Nominasi
- 15 Apr 2026 11:34 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pemerintah kota Medan masuk nominasi penerima penghargaan bergengsi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai Pemerintah Daerah yang berprestasi di bidang Entrepreneur Goverment Melalui Pembiayaan Kreatif (Creative Finance)Tahun 2026.
Hal ini terungkap usai Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memaparkan secara lugas strategi Entrepreneur Government melalui skema pembiayaan kreatif (Creative Finance). Pernyataan tersebut bentuk penilaian penghargaan yang dilakukan secara virtual, dari Rumah Dinas Wali Kota, Selasa, 14 April 2026.
Dihadapan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, Rico Waas memaparkan berbagai terobosan dan inovasi yang telah dilakukan Pemko Medan dalam memperkuat pembiayaan dan keuangan daerah.
Salah satunya di sektor penerimaan pajak daerah yang telah menerapkan sistem digitalisasi dalam mengoptimalkan penerimaan pajak daerah.
Rico menjelaskan, saat ini Pemko Medan memiliki aplikasi Smart Tax Mobile dan Smart Tax Office yang memungkinkan proses pendaftaran, pelaporan hingga pembayaran pajak daerah dapat terpantau secara real time.
Selain itu, melalui aplikasi Lapor Bapenda masyarakat bisa langsung menyampaikan laporan pengaduan secara digital. Dengan demikian maka akan memangkas waktu dan memudahkan masyarakat untuk melaporkan permasalahan pajak-pajak mereka.
"selain melalui sistem digitalisasi, kami juga aktif melakukan gerakan pendapatan asli daerah ini secara offline juga, seperti pojok PBB, Samsat Keliling, Sipaling, dan layanan Drive Thru," kata Rico.
Lebih lanjut, Rico menjelaskan untuk saat ini Pemko Medan memiliki tiga BUMD yaitu PUD Pasar, PUD Pembangunan dan PUD Rumah Potong Hewan.
BUMD ini memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi daerah, termasuk keterlibatanya dalam mendukung program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memperkuat sirkulasi ekonomi lokal.
Lalu terobosan signifikan juga hadir pada sektor kesehatan. Setelah sukses dengan RS Pirngadi, Rico melakukan kebijakan berani dengan men BLUD kan seluruh Puskesmas di Kota Medan. "Kebijakan ini memberikan fleksibilitas bagi Puskesmas untuk mengelola anggaran secara mandiri agar pelayanan kepada masyarakat lebih prima dan kreatif," ucapnya.
Pada bidang investasi, Rico menyebut dari target Rp7,6 Triliun pada tahun 2025, Kota Medan berhasil menembus angka Rp. 14.5 Triliun. Capaian ini diyakininya akan menjadi mesin penggerak ekonomi utama bagi warga Medan pada 2026 dan 2027.
Di sisi lain, optimalisasi aset daerah terus didorong melalui sistem digital dan kerja sama dengan pihak ketiga agar memberikan nilai tambah. Tak hanya itu, penguatan juga dilakukan melalui pemanfaatan CSR yang kini terintegrasi secara digital, sehingga lebih tepat sasaran.
"Sedangkan di sektor pelayanan publik, kami terus mengembangkan berbagai aplikasi, mulai dari perizinan, kependudukan, lowongan pekerjaan hingga pengaduan masyarakat yang ke depannya akan didukung teknologi AI (kecerdasan buatan)," ujar Rico.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, menyampaikan penilaian ini merupakan bagian dari upaya mendorong daerah lebih inovatif di tengah tantangan ekonomi global dan keterbatasan fiskal.
"Kota Medan menjadi salah satu nominasi untuk menerima penghargaan ini untuk wilayah Sumatera. Penilaian akan dilakukan berdasarkan tujuh indikator utama, mulai dari inovasi di bidang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Kemudian pengelolaan BUMD, CSR, pengelolaan barang milik daerah, pengelolaan BLUD, SPBE, SIPD hingga LKPD," kata Agus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....