Rupiah Tembus 17.120 Per US Dolar, Harga Emas dan IHSG Menguat di Akhir Pekan
- 10 Apr 2026 18:49 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menyebut pelemahan nilai tukar rupiah ke level Rp17.085 per dolar AS dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik global yang masih belum mereda. Tensi geopolitik yang memanas membuat rupiah terpuruk terhadap dolar AS.
Ia menjelaskan, sepanjang perdagangan hari ini rupiah sempat mengalami tekanan lebih dalam dengan menyentuh level Rp17.120 per dolar AS. Menurut Gunawan, tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari faktor eksternal, tetapi juga dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri yang masih menjadi perhatian pelaku pasar.
Ia mengatakan pasar saat ini mencermati potensi pelebaran defisit anggaran. Terutama di tengah kebijakan pemerintah yang menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) saat harga minyak mentah dunia tengah mengalami lonjakan.
Di sisi lain, kondisi berbeda justru terjadi di pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,07 persen di level 7.458,496, dengan dukungan dari sejumlah saham unggulan di sektor perbankan dan energi seperti BBRI, BBCA, BMRI, CUAN, hingga PTRO.
“Penguatan bursa saham terjadi meskipun ada potensi konflik yang bisa kembali memanas,” kata Gunawan, Jumat 10 April 2026.
Ia menilai penguatan IHSG menunjukkan sebagian pelaku pasar masih memiliki optimisme terhadap prospek ekonomi domestik. Meskipun dibayangi ketidakpastian global.
Sementara itu, harga emas dunia terpantau melemah tipis ke level 4.748 dolar AS per ons troy. Sedangkan harga minyak mentah bergerak naik di kisaran 96 hingga 98 dolar AS per barel, mendekati level psikologis 100 dolar AS.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....