Aktivitas Transportasi Udara dan Laut Sumut Turun pada Februari 2026
- 05 Apr 2026 20:56 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Perkembangan transportasi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada Februari 2026 menunjukkan tren penurunan, terutama pada angkutan udara dan laut. Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, mengatakan penurunan ini terjadi seiring berakhirnya periode libur akhir dan awal tahun.
“Ini disebabkan karena periode liburan akhir dan awal tahun sudah selesai. Sehingga pada Februari hampir semua keberangkatan maupun kedatangan mengalami penurunan,” ujar Asim, Rabu 1 April 2026.
Pada transportasi udara, baik kedatangan maupun keberangkatan domestik tercatat mengalami penurunan secara bulanan. Kedatangan domestik turun 18,50 persen sementara keberangkatan domestik menurun lebih dalam hingga 29,44 persen
Hal serupa juga terjadi pada penerbangan internasional. Kedatangan internasional turun 18,03 persen dan keberangkatan internasional juga mengalami penurunan sebesar 16,80 persen secara bulanan.
Sementara itu, aktivitas transportasi laut melalui Pelabuhan Belawan juga mengalami kontraksi. Jumlah kedatangan penumpang tercatat turun 40,89 persen, sedangkan keberangkatan penumpang menurun lebih tajam hingga 60,50 persen.
"Transportasi laut yang tercatat dari Pelabuhan Belawan, secara mantuman mengalami penurunan juga baik kedatangan penumpang maupun keberangkatan penumpang masing-masing turun 40,89 persen untuk kedatangan penumpang dan keberangkatan penumpang turun 60,50 persen. Tetapi secara c to c keberangkatan penumpang masih meningkat sebesar 38,84 persen," ucap Asim.
Aktivitas ongkar muat di Pelabuhan Belawan juga mengalami penurunan secara bulanan, dengan bongkar barang turun 18,07 persen dan muat barang turun 40,84 persen. Namun secara kumulatif, bongkar barang masih mengalami peningkatan.
"Untuk barang bongkar, pada bulan Februari 2026 mengalami penurunan 18,07 persen secara month to month dan muat barang mengalami penurunan sebesar 40,84 persen. Secara c to c (kumulatif) untuk barang bongkar masih meningkat sebesar 13,49 persen pada periode Januari-Februari 2026," kata Asim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....