Inflasi Year on Year Provinsi Sumut Capai 3,86 Persen
- 05 Apr 2026 15:11 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Inflasi tahunan (year-on-year) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,86 persen. Kepala Badan Pusat Statistik Sumatera Utara, Asim Saputra, mengatakan angka tersebut dipengaruhi oleh efek basis rendah pada tarif listrik di periode sebelumnya.
“Secara year on year, inflasi kita saat ini setelah mengalami pengaruh low base effect karena tarif listrik pada bulan Februari. Saat ini inflasi kita kembali mendekati titik rendah yaitu 3,86 persen,” ujar Asim, Rabu 1 April 2026.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang utama inflasi tahunan dengan andil sebesar 1,28 persen. Disusul kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.
"Andil inflasi secara year on year masih didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan andil inflasi 1,28 persen. Kemudian diikuti oleh kelompok perumahan, air listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang menyumbang andil inflasi 1,01 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang menyumbang inflasi 0,91 persen," ucap Asim.
Asim menyebut sejumlah komoditas turut memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi. Ia mengatakan tarif listrik menjadi penyumbang terbesar.
“Komoditas penyumbang inflasi secara year on year masih didominasi oleh tarif listrik yang menyumbang andil inflasi 0,90 persen. Emas perhiasan menyumbang inflasi sebesar 0,85 persen, daging ayam ras 0,36 persen, beras sebesar 0,08 persen, dan ikan dencis sebesar 0,21 persen," kata Asim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....