Pengamat Soroti Teori Ekonomi di Balik Konsumsi Saat Lebaran

  • 31 Mar 2026 18:10 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Pengamat ekonomi Sumatera Utara Prawidya Hariani menyoroti peningkatan konsumsi masyarakat saat Lebaran, yang dapat dijelaskan melalui teori ekonomi. Fenomena ini dinilai sebagai bagian dari perilaku masyarakat dalam memanfaatkan pendapatan tambahan.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMSU ini menjelaskan konsep permanent income hypothesis relevan dalam melihat pola konsumsi tersebut. Teori ini membedakan antara pendapatan tetap dan pendapatan sementara.

Menurutnya, pendapatan tetap biasanya digunakan untuk kebutuhan jangka panjang dan cenderung disimpan. Sementara itu, pendapatan sementara seperti THR langsung digunakan untuk konsumsi.

“Kalau permanent income hypothesis itu jelas pendapatan yang kita terima tiap bulan digunakan jangka panjang. Sementara THR itu pendapatan transitory,” ujarnya, Senin 30 Maret 2026.

Prawidya mengatakan lonjakan konsumsi terlihat dari meningkatnya aktivitas belanja dan mobilitas masyarakat ke daerah. Hal ini menunjukkan adanya perputaran ekonomi yang cukup tinggi dalam waktu singkat.

Namun, ia mengatakan peningkatan tersebut tidak berlangsung lama karena sifatnya hanya sementara. Setelah periode Lebaran berakhir, konsumsi masyarakat cenderung kembali normal.

Prawidya menilai pemahaman terhadap teori ekonomi ini penting agar masyarakat lebih bijak dalam mengelola pendapatan. Dengan demikian, dampak ekonomi dapat dirasakan lebih berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....