IHSG dan Rupiah Ditutup di Zona Hijau, Emas Naik Dekati 5.200 Per Ons
- 10 Mar 2026 19:45 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menyebut kinerja pasar saham domestik pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026 masih bergerak positif. Meski, kinerja pasar sempat mengalami perlambatan setelah sempat menguat cukup tinggi pada awal sesi perdagangan.
“IHSG pada perdagangan hari ini sempat menguat hingga ke level 7.499 sebelum akhirnya perlahan berbalik arah. Meski demikian, indeks tetap ditutup di zona hijau dengan kenaikan 1,41 persen di level 7.440,” ujarnya.
Ia menjelaskan, posisi terendah IHSG pada perdagangan hari ini sempat berada di level 7.372, sebelum akhirnya kembali menguat menjelang penutupan perdagangan. Kinerja positif IHSG juga sejalan dengan mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang turut mencatatkan penguatan.
Gunawan menambahkan, sejumlah saham berkapitalisasi besar ikut mendorong penguatan indeks, di antaranya PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bumi Resources Tbk. Kemudian PT Aneka Tambang Tbk, PT Energi Mega Persada Tbk, serta PT Medco Energi Internasional Tbk.
Menurutnya, saham sektor energi dan pertambangan masih menjadi sektor yang paling diuntungkan dari kenaikan harga komoditas energi global, khususnya minyak mentah dan batu bara.
“Saham sektor energi dan pertambangan sejauh ini masih menjadi emiten yang paling diuntungkan dari kenaikan harga komoditas, meskipun kenaikan harga minyak dunia juga kerap memberikan tekanan pada pasar saham secara keseluruhan,” katanya.
Meski demikian, Gunawan menilai kenaikan harga minyak dunia dalam beberapa waktu terakhir juga memberikan tekanan terhadap sebagian pasar saham global.
Sementara, nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini tercatat berada di level Rp16.855 per dolar AS. Ia menyebut penguatan rupiah didorong oleh memburuknya sejumlah indikator ekonomi di Amerika Serikat serta penurunan harga minyak mentah dunia.
Gunawan mengatakan kombinasi kedua faktor tersebut turut memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan global, termasuk di Indonesia. Di sisi lain, harga emas dunia kembali melanjutkan tren penguatannya. Pada perdagangan sore ini, harga emas ditransaksikan di kisaran 5.185 dolar AS per ons troy, atau sekitar Rp2,82 juta per gram.
Kenaikan harga emas tersebut dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, termasuk dinamika geopolitik di Timur Tengah. Pernyataan Presiden Amerika Serikat yang menyebut perang di Iran akan segera berakhir turut memengaruhi sentimen pasar, meskipun Iran menyatakan bahwa keputusan berakhirnya konflik berada di pihak mereka.