Harga Minyak Mentah Naik Picu Inflasi, Yang Perlu Diperhatikan Investor Emas

  • 04 Mar 2026 17:19 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menilai bertahannya harga minyak mentah dunia di level tinggi berpotensi memicu tekanan inflasi global. Sekaligus memperkuat fundamental harga emas selama konflik geopolitik masih berlangsung.

“Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) saat ini bertahan di kisaran US$77 per barel, sementara minyak Brent mengalami kenaikan dan bertahan di level US$84 per barel. Kenaikan harga minyak ini berpotensi mendorong inflasi global,” ujar Gunawan, Rabu 4 Maret 2026.

Ia menjelaskan perang di satu sisi mendorong akumulasi instrumen safe haven seperti emas. Namun di sisi lain, kenaikan harga minyak mentah juga dapat meningkatkan ekspektasi inflasi yang berujung pada peluang kenaikan suku bunga acuan di berbagai negara, sehingga mendorong penguatan mata uang, khususnya dolar AS.

Gunawan menekankan, investor perlu mencermati perkembangan perang, baik dari sisi eskalasi maupun durasinya. Semakin lama konflik berlangsung atau semakin meluas wilayah terdampak, maka peluang harga minyak mentah bertahan mahal dan cenderung meningkat akan semakin terbuka.

Selain itu, kebijakan bank sentral ke depan akan sangat bergantung pada besarnya tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi. Dalam kondisi tersebut, kebijakan moneter berpotensi bersikap lebih hawkish dibandingkan periode sebelum konflik, sehingga membuka peluang kenaikan suku bunga acuan.

“Situasi ini bisa menggeser minat investor dari emas ke instrumen berimbas hasil lebih tinggi. Namun bagi investor yang memperdagangkan emas dalam bentuk kontrak, kondisi ini justru membuka peluang transaksi dua arah,” katanya.

Sementara itu, bagi investor yang memegang emas fisik, Gunawan menilai dinamika tersebut relatif tidak terlalu memengaruhi harga emas. Terutama jika konflik masih terus berlangsung dan ketidakpastian global tetap tinggi.

Ia menambahkan, pembentukan harga emas di dalam negeri tidak hanya dipengaruhi oleh pergerakan harga emas dunia, tetapi juga oleh dinamika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kenaikan harga emas global berpotensi memberi tekanan pada rupiah, sementara penguatan rupiah dapat menahan laju kenaikan harga emas domestik.

“Namun secara umum, selama perang masih berlangsung, emas tetap memiliki fundamental yang kuat dan masih berpeluang melanjutkan kenaikan harga,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....