Perang Tekan IHSG dan Rupiah, Emas Naik
- 02 Mar 2026 09:50 WIB
- Medan
RRI.COM.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatra Utara (Sumut), Gunawan Benjamin, menilai memanasnya perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel menjadi pemicu utama pelemahan pasar keuangan di awal pekan ini. Menurutnya, pelaku pasar akan melakukan penyesuaian terlebih dahulu, dengan mengkalkulasikan dampak dari perang Iran terhadap kinerja pasar keuangan.
"Untuk sementara, sentimen perang menjadi faktor dominan yang menekan IHSG dan rupiah,” ujar Gunawan, Senin 2 Maret 2026.
Ia menjelaskan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan perdagangan terkoreksi lebih dari 1 persen ke level 8.092. Mayoritas pasar saham Asia juga bergerak melemah seiring meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik tersebut.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah turut tertekan dan ditransaksikan di level Rp16.835 per dolar AS. Menurutnya, fokus pelaku pasar saat ini lebih tertuju pada perkembangan geopolitik dibandingkan agenda rilis data domestik seperti inflasi dan neraca perdagangan.
Gunawan juga menyoroti lonjakan harga minyak mentah dunia yang memperburuk tekanan di pasar keuangan. Pada Jumat lalu, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) masih berada di kisaran US$ 66,7 per barel, namun di awal pekan ini sempat melonjak hingga menyentuh US$ 72 dolar.
“Lompatan harga minyak mentah dunia akan memberikan multiplier effect yang besar terhadap kinerja pasar keuangan secara keseluruhan. Minyak memegang peranan penting dalam pembentukan harga kebutuhan hidup, sehingga kenaikan signifikan berpeluang memicu respons negatif di pasar saham maupun mata uang,” ucapnya.
Sementara itu, harga emas dunia justru menguat tajam. Emas ditransaksikan di level US$ 5.335 per ons troy atau sekitar Rp2,9 juta per gram. Bahkan di awal perdagangan, harga emas sempat menyentuh kisaran US$ 5.380 per ons troy sebelum terkoreksi akibat aksi profit taking di pasar Asia.
“Perang telah memicu tekanan di pasar keuangan dan membuat harga komoditas untuk sementara waktu mengalami kenaikan. Emas menjadi aset safe haven yang diburu investor di tengah ketidakpastian,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....