Ketegangan Iran–AS Tekan IHSG dan Rupiah, Harga Emas Tetap Stabil
- 27 Feb 2026 12:21 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menilai belum tercapainya kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Hal tersebut terkait program nuklir memberikan tekanan terhadap pasar keuangan global, termasuk Indonesia.
“Meski mediator dari Oman menyampaikan adanya progres positif dan rencana pertemuan lanjutan, ketegangan kedua negara masih berlangsung. Untuk sementara waktu eskalasi konflik memang belum meningkat signifikan, tetapi pasar tetap bersikap hati-hati,” ujarnya.
Menurut Gunawan, sikap AS ke depan akan menjadi penentu arah pergerakan pasar. Jika AS tetap berencana melakukan intervensi militer terhadap Iran, maka gejolak di pasar keuangan berpotensi meningkat.
“Apabila terjadi peningkatan konflik, pasar akan merespons dengan tekanan lanjutan, baik di pasar saham maupun nilai tukar. Investor cenderung mengalihkan aset ke instrumen yang lebih aman,” kata Gunawan.
Gunawan menyebut pada sesi pembukaan perdagangan hari ini, IHSG berada di zona merah dan ditransaksikan di level 8.211. Bahkan pada perdagangan pagi, IHSG sempat melemah di bawah level psikologis 8.100.
Nilai tukar Rupiah juga terpantau melemah di level Rp16.785 per dolar AS. Sementara itu, data initial jobless claims atau klaim pengangguran awal di AS dilaporkan memburuk dan turut memengaruhi sentimen pasar.
Di sisi lain, harga emas dunia relatif stabil di tengah belum tercapainya kesepakatan kedua negara. Harga emas tercatat di kisaran 5.188 dolar AS per troy ons, sementara di pasar domestik bertahan di sekitar Rp2,8 juta per gram.
“Sejauh ini pelaku pasar masih memanfaatkan agenda ekonomi sebagai dasar pengambilan keputusan investasi dan cenderung wait and see menunggu perkembangan berikutnya,” kata Gunawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....