Tarif Impor AS Naik, Gunawan Benjamin Nilai Pasar Global Kian Fluktuatif

  • 23 Feb 2026 21:42 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatra Utara (Sumut), Gunawan Benjamin menilai pasar keuangan global saat ini masih dilanda kekhawatiran setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan tarif impor global tambahan sebesar 15 persen, menyusul dibatalkannya tarif resiprokal oleh pengadilan AS.

“Manuver Presiden AS ini menambah ketidakpastian di pasar keuangan global dan mendorong pelaku pasar kembali berhitung untung-rugi dari kebijakan tarif yang berubah,” ujar Gunawan, Senin 24 Februari 2026.

Menurut Gunawan, kebijakan tersebut memberikan dampak yang berbeda bagi masing-masing negara. Negara yang sebelumnya dikenakan tarif gabungan di atas 15 persen justru berpotensi diuntungkan, sementara negara dengan tarif gabungan di bawah angka tersebut akan mengalami tekanan.

“Dampak kenaikan tarif global AS ini tidak seragam. Kinerja pasar keuangan di setiap negara bisa sangat beragam, tergantung posisi tarif yang sebelumnya diterapkan,” ujarnya.

Gunawan menyebut di tengah sentimen global tersebut, pasar keuangan domestik masih menunjukkan ketahanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup menguat 1,5 persen ke level 8.396,082, didorong penguatan saham-saham unggulan seperti BBRI, BBCA, BMRI, ANTM, ASII, hingga TINS.

Sementara itu, nilai tukar Rupiah juga menguat dan ditutup di level Rp16.785 per dolar AS, seiring dengan melemahnya indeks dolar AS ke level 97,5.

Di sisi lain, harga emas dunia justru mengalami pelemahan dibandingkan sesi perdagangan pagi. Harga emas dunia ditransaksikan turun ke level 5.130 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,78 juta per gram.

“Harga emas mengalami koreksi teknikal setelah perubahan kebijakan tarif AS, ditambah dengan meningkatnya tensi geopolitik global,” ucap Gunawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....