KPPU Kawal Kebijakan Pemerintah dan Pantau Harga Pangan

  • 29 Sep 2026 17:29 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah I melakukan sejumlah kajian dan advokasi untuk menjaga persaingan usaha tetap sehat di wilayah kerjanya. Upaya tersebut juga dilakukan melalui monitoring pasar dan pengawalan implementasi kebijakan pemerintah.

Kepala KPPU Kanwil I, Ridho Pamungkas, sepanjang 2026 pihaknya melaksanakan empat kajian yang mencakup wilayah kerja Kanwil I. Kajian tersebut meliputi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di pelabuhan, struktur pasar jasa transportasi distribusi BBM regional Sumbagut, struktur pasar distribusi semen di Sumatera Utara, serta kebijakan kewajiban dukungan galian C di Aceh Tenggara.

Kajian dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai struktur dan kondisi pasar di berbagai sektor. Hasil analisis tersebut diharapkan dapat menjadi masukan kebijakan sekaligus mendorong terciptanya pasar yang terbuka, kompetitif, dan berkeadilan.

Selain kajian, KPPU Kanwil I juga menjalankan fungsi advokasi serta memberikan saran dan pertimbangan kepada pemerintah. Salah satu fokusnya adalah mengawal implementasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah kerja Kanwil I.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut Saran dan Pertimbangan KPPU kepada Presiden RI Nomor 99/K/S/VII/2026 tanggal 21 Juli 2026 mengenai KDKMP. KPPU mendorong agar pengembangan KDKMP tetap berjalan dengan prinsip persaingan usaha yang sehat, terbuka, dan inklusif, termasuk memberikan ruang bagi UMKM dan koperasi yang telah ada.

“Kami ingin memastikan kebijakan pemerintah dapat berjalan efektif sekaligus tetap memberikan kesempatan berusaha yang adil bagi pelaku usaha. Ini yang akan terus kami kawal di tingkat wilayah,” ujarnya dalam Forum Jurnalis KPPU Kanwil I, Selasa, 29 September 2026.

Di sektor pangan, KPPU Kanwil I juga melakukan monitoring harga dan ketersediaan komoditas serta inspeksi mendadak pasar di sejumlah wilayah. Pada September 2026, monitoring dilakukan antara lain terkait kenaikan harga daging ayam potong dan kelangkaan beras premium.

Monitoring tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi pasar sekaligus mengidentifikasi potensi persoalan persaingan dalam rantai pasok dan distribusi komoditas. KPPU juga mengajak media turut menyampaikan informasi mengenai persoalan persaingan usaha kepada masyarakat.

“KPPU Kanwil I akan terus hadir di wilayah untuk memastikan persaingan usaha yang sehat. Kami membutuhkan dukungan media untuk mengedukasi masyarakat sekaligus menyampaikan berbagai persoalan persaingan usaha yang terjadi di lapangan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....