Ekspor Lidi Sumut Tembus Rp197,29 Miliar, Barantin Dorong UMKM Perluas Pasar

  • 16 Sep 2026 17:32 WIB
  •  Medan
RRI.CO.ID, Medan - Nilai ekspor lidi asal Sumatera Utara mencapai Rp197,29 miliar sepanjang Januari hingga awal September 2026. Nilai tersebut telah melampaui capaian sepanjang 2025 sebesar Rp108,42 miliar.
Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara (Karantina Sumut) mencatat, volume ekspor hingga awal September 2026 mencapai 23,26 juta kilogram.
Menariknya, volume tersebut masih berada di bawah capaian sepanjang 2025 yang mencapai 34,18 juta kilogram. Namun, nilai ekonominya sudah menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Pada 2024, ekspor lidi Sumut tercatat sebanyak 14,42 juta kilogram melalui 287 kali sertifikasi dengan nilai Rp66,39 miliar. Setahun kemudian, volumenya mencapai 34,18 juta kilogram melalui 676 kali sertifikasi dengan nilai Rp108,42 miliar.
Data tersebut dipaparkan dalam Webseries Go Ekspor Barantin #10 bertajuk "Kupas Tuntas: Lidi Sumatera Utara Menembus Pasar Dunia", yang digelar secara hibrida oleh Karantina Sumut, Rabu, 16 September 2026.
Kepala Karantina Sumatera Utara, N. Prayatno Ginting mengatakan, lidi sawit telah berkembang menjadi salah satu komoditas yang memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat.
"Dari limbah menjadi primadona ekspor. Lidi sawit kini menjangkau berbagai pasar luar negeri dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat daerah," ujar Ginting.
Menurut dia, peluang tersebut harus dibarengi konsistensi pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan negara tujuan. "Permintaan dari negara tujuan cukup besar dan terus berkembang, namun kunci keberlanjutannya tetap pada pemenuhan persyaratan negara tujuan agar keberterimaan dan kesinambungan ekspor tetap terjaga," kata dia.
Berdasarkan data Karantina Sumut, tiga pasar utama ekspor lidi Sumatera Utara sepanjang 2024-2026 adalah Pakistan, China, dan Vietnam.
Pakistan menjadi penyerap terbesar. Pada 2025, pengiriman lidi Sumut ke negara tersebut mencapai lebih dari 24 juta kilogram.
Selain tiga negara tersebut, lidi Sumatera Utara telah menjangkau Malaysia, Iran, Afghanistan, Thailand, Nepal, Mauritius, Uzbekistan, hingga Arab Saudi. Pelabuhan Belawan tercatat sebagai pintu pengeluaran dengan frekuensi sertifikasi tertinggi, disusul Pelabuhan Tanjung Balai Asahan dan Bandara Kualanamu.
Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Karantina, Wisnu Wasisa Putra mengatakan, Barantin berupaya mendampingi pelaku UMKM agar memahami persyaratan karantina dan ketentuan negara tujuan sebelum mengekspor produknya.
"Peran Barantin hadir untuk memastikan setiap kilogram lidi yang diekspor bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina, memenuhi persyaratan sanitasi dan mutu negara tujuan, serta menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap produk hasil pertanian Indonesia," ujar Wisnu.
Menurut Wisnu, Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mendorong Barantin menjadi mitra strategis bagi pelaku usaha, bukan sebatas regulator.
Salah satu upayanya dilakukan melalui Web series Go Ekspor Barantin yang secara bergiliran mengangkat komoditas UMKM dari berbagai daerah.
Program tersebut dirancang menjadi "etalase ekspor" bagi komoditas lokal sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan informasi mengenai persyaratan dan peluang pasar negara tujuan.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan menyatakan pemerintah daerah akan terus mendampingi pelaku UMKM agar komoditas lidi yang banyak dihasilkan masyarakat dapat memberikan nilai ekonomi lebih besar.
Dalam mendukung layanan kepada pelaku usaha, Karantina Sumut juga memperkenalkan platform digital JAMBUR sebagai sarana transparansi data dan tata kelola pelayanan.
Karantina Sumut menegaskan setiap pengiriman tetap harus memenuhi persyaratan karantina sebelum diterbitkan _Phytosanitary Certificate_ sebagai bagian dari pemenuhan ketentuan fitosanitari negara tujuan.
google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....