Harga Cabai Merah Naik, Erupsi Sinabung Bukan Pemicu Utama

  • 01 Sep 2026 18:02 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional Kota Medan mengalami kenaikan tajam dalam sepekan terakhir. Berdasarkan pemantauan melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai merah di Pusat Pasar dan Pasar Petisah kini masing-masing mencapai Rp55 ribu dan Rp57 ribu per kilogram.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan kenaikan tersebut cukup signifikan dibandingkan harga pada Jumat pekan lalu yang masih berada di kisaran Rp38 ribu dan Rp44 ribu per kilogram. Namun, menurutnya, kenaikan harga cabai merah saat ini tidak serta-merta disebabkan oleh erupsi Gunung Sinabung.

“Berdasarkan hasil observasi di lapangan, panen cabai merah saat ini masih berlangsung di Desa Kutabuluh dan Bintang Meriah yang merupakan wilayah dominan pemasok cabai merah. Dua wilayah tersebut masih relatif aman dari erupsi Gunung Sinabung,” ujar Gunawan.

Gunawan menyebutkan, pasokan cabai merah juga berasal dari wilayah dataran rendah, khususnya Desa Beringin dan sekitarnya di Kabupaten Deli Serdang. Sementara, produksi cabai merah di Kabupaten Batubara mulai mengalami penurunan seiring dengan berakhirnya musim panen.

“Di sisi lain ada musim panen cabai merah yang sudah mulai berakhir di wilayah Batubara. Penurunan produksi di wilayah Batubara ini yang disinyalir menjadi masalah utama minimnya pasokan cabai merah sehingga memicu kenaikan harga,” katanya.

Gunawan menjelaskan, kondisi tersebut semakin penting karena produksi cabai merah Sumatera Utara saat ini juga turut memenuhi kebutuhan dari wilayah Aceh. Meningkatnya kebutuhan dari luar daerah berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap pasokan cabai merah di Sumatera Utara.

Selain cabai merah, harga tomat juga mengalami kenaikan. Berdasarkan pemantauan langsung, harga tomat kini berada di kisaran Rp15 ribu per kilogram, naik dari sekitar Rp12 ribu per kilogram pada Jumat pekan sebelumnya.

Menurut Gunawan, kenaikan harga cabai merah dan tomat memang berpotensi dikaitkan dengan gangguan distribusi maupun produksi akibat erupsi Gunung Sinabung. Namun, hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa faktor utama kenaikan harga cabai saat ini lebih berkaitan dengan berkurangnya pasokan dari wilayah produksi.

“Sehingga saya menarik kesimpulan bukan karena erupsi Sinabung sehingga harga kebutuhan pangan mengalami kenaikan. Meskipun bencana alam letusan Gunung Sinabung tetap berpotensi menjadi pemicu kenaikan harga nantinya,” ucap Gunawan.

Ia menilai, erupsi Gunung Sinabung tetap perlu diantisipasi karena dapat mengganggu aktivitas petani maupun distribusi produk pertanian apabila berlangsung dalam waktu lama. Karena itu, mitigasi diperlukan untuk melindungi petani sekaligus menjaga ketersediaan produk pertanian di pasar.

“Yang penting letusan ini diharapkan bisa segera berakhir, sehingga bisa mengurangi kecemasan petani dan menciptakan kestabilan harga di lapangan,” katanya.

Gunawan juga mengingatkan potensi tekanan harga cabai merah dari sisi permintaan. Sejumlah wilayah di luar Sumatera Utara saat ini menghadapi musim kering yang berpotensi berlangsung cukup panjang sehingga dapat meningkatkan kebutuhan pasokan cabai dari Sumatera Utara.

“Mitigasi dari pedagang besar sebenarnya sudah dilakukan untuk menciptakan keseimbangan harga. Namun peran pemerintah dalam mempermudah distribusi barang antar daerah juga dibutuhkan di sini,” ujar Gunawan.

Kondisi tersebut, menurutnya, berpeluang membuat harga cabai merah tetap berada di level tinggi dalam waktu ke depan. Meski pedagang besar telah melakukan sejumlah langkah untuk menjaga keseimbangan harga, dukungan pemerintah tetap diperlukan, khususnya dalam memperlancar distribusi komoditas antar daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....